Kritik Sastra

  • 1. ILMU ITU SEPERTI RACUN BAGI MEREKA YANG TIDAK SUKA BELAJAR RING WIDYA WISA TULYANG DENIKANG ANABYASA ALASUNGSAMPENEN (NS I,3) OM SUASTIASTU
  • 2. KRITIK SASTRA dan MASYARAKAT SASTRA
  • 3. Latar Belakang Sejak dulu kritik sastra dipahami sebagai sebuah bentuk kerja interpretasi (menjelaskan maksud) untuk karya imajinatif (atau karya sastra) ternyata sudah mulai bergeser fungsinya dengan tuntutan menjadikan kritik sastra sebagai sebuah bentuk karya sastra sekelas dengan seni yang lain. sastra juga dimaksudkan untuk menjelaskan pada masyarakat bahwa karya sastra adalah hasil interpretasi pengarang terhadap suatu fenomena sehingga terkadang berbeda dan “mengacuhkan” kenyataan yang diakui masyarakat, untuk hal ini karya sastra perlu dilindungi karena karya tersebut perlu dipandang terlepas dari pengarangnya sebagai konstruksi yang otonom/berdiri sendiri.
  • 4. PENGERTIAN KRITIK SASTRA MENURUT BEBERAPA AHLI MENURUT M.H ABRAHMAMS Berpendapat bahwa kritik sastra adalah studi yang berhubungan dengan Pendefinisian , penggolongan, penguraian (analisis) dan penilain (evaluasi) karya sastra. MENURUT RENE WELLEK Berpendapat bahwa kritik sastra merupakan studi sastra yang langsung berhadapan dengan karya sastra, secara langsung membicarakan karya sastra dengan penekanan pada peniaian. 3. MENURUT RACMAT DJOKO PRADPO Berpendapat bahwa kritik sastra adalah bidang study sastra untuk menghakimi karya sastra, untuk memberi penilaian dan keputusan mengenai bermutu atau tidaknya suatu karya sastra yang sedang dihadapi kritikus. Dari beberapa pendapat pakar diatas, dapat disimpulkan kritik sastra adalah studi yang berhubungan dengan pengamatan yang diteliti, perbandingan yang tepat serta pertimbangan yang adil terhadap baik-buruknya kualitas, nilai, kebenaran suatu karya sastra.
  • 5. Hubungan Kritik Sastra dengan Perkembangan Kesusastraan. Krieger menyarankan tiga cara yang dapat dipilih untuk meletakkan kritik sastra pada keutamaan yang sama dengan yang ada pada karya sastra. ketika karya sastra ternyata hanya sekadar meniru tanpa memberikan refleksi lain, kritik sastra dapat dipandang sebagai karya utama karena kritik mampu menulis ulang (layaknya karya sastra) sebuah objek dalam terminologi atau pengertiannya sendiri (criticism is now have always been rewriting the object in the critic’s own terms). 2. memandang kritik memiliki keunggulan baik sebagai seni maupun bentuk tindak koreksi. 3. memandang kritik sejajar dengan puisi.
  • 6. Kritik Sastra Sebagai Ilmu Dengan memperhatikan bahwa kritik sastra adalah menilai sastra, maka perlu dijelaskan ruang lingkup kritik sastra sebagai ilmu. Jika yang dimaksud dengan ilmu adalah pemecahan masalah dengan tuntutan ilmu itu sendiri, maka kritik sastra termasuk bagian dari ilmu sastra. (Lihat Sangidu, 2005 : 38). Kritik sastra adalah ilmu yang mempunyai kaidah-kaidah dasar yang tetap walaupun mungkin berbeda pada cabang-cabangnya. (Muhammad Zaglûl Salâm, 1964 : 143).
  • 7. Manfaat Kritik Sastra Kritik sastra berguna bagi perkembangan sastra Kritik sastra berguna untuk penerangan bagi pembaca. Kritik sastra berguna bagi ilmu sastra itu sendiri Memberi sumbangan pendapat untuk menyusun sejarah sastra
  • 8. Kritik sastra berguna bagi perkembangan sastra Melaluik krtik sastra bisa jadi akan menunjukkan kebaruan-kebaruan dalam karya sastra, hal-hal apa saja yang belum digarap oleh sastrawan. Dengan demikian sastrawan dapat belajar dari kritik sastra untuk lebih meningkatkan kecakapannya dan memperluas cakrawala kreativitas, corak, dan mutu karya sastranya.
  • 9. Kritik sastra berguna untuk penerangan bagi pembaca Dalam melakukan kritik, kritikus akan memberikan ulasan, komentar, menafsirkan kerumitan-kerumitan, kegelapan-kegelapan makna dalam karya sastra yang dikritik. Dengan demikian, pembaca awam akan mudah memahami karya sastra yang dikritik oleh kritikus. Di sisi lain, ketika masyarakat sudah terbiasa dengan apresiasi sastra, maka daya apresiasi masyarakat terhadap karya sastra akan semakin baik.
  • 10. Kritik sastra berguna bagi ilmu sastra itu sendiri Dalam melakukan kritik, kritikus seringkali harus meramu teori-teori baru. Teori-teori sastra yang baru inilah yang justru akan semakin memperkembangkan ilmu sastra itu sendiri.
  • 11. Memberi sumbangan pendapat untuk menyusun sejarah sastra Dalam melakukan kritik, kritikus tentu akan menunjukkan ciri-ciri karya sastra yang dikritik secara struktural (ciri-ciri intrinsik). Tidak jarang pula kritikus akan mencoba mengelompokkan karya sastra yang dikritik ke dalam karya sastra yang berciri sama. Kenyataan inilah yang dapat disimpulkan bahwa kritik sastra sungguh membantu penyusunan sejarah sastra.
  • 12. Tahapan Kritik Sastra Seseorang yang melakukan kritik sastra secara baik harus melalui tahapan-tahapan yang sistematis dan operasional, yaitu melalui tahapan sebagai berikut: (1) Tahap Deskritif; (2) Tahap Penafsiran; (3) Tahap Menguraikan; dan (4) Tahap Penilaian.
  • 13. Tahap Deskripsi Tahap deskripsi karya sastra merupakan tahap kegiatan mamaparkan data apa adanya, misalnya mengklasifikasikan data sebuah cerpen atau novel berdasarkan urutan cerita, mendeskripsikan nama-nama tokoh uatama dan tokoh-tokoh bawahan yang menjadi ciri fisik maupun fisikisnya, mendata latar fifk ruang dan waktu atau latar sosial tokoh-tokohnya, dan mendeskripsikan alur setiap bab atau setiap episode.
  • 14. Tahap Penafsiran Tahap penafsiran karya sastra merupakan penjelasan atau penerangan karya sastra. Menafsirkan karya sastra berarti menangkap makna karya sastra, tidak hanya menurut apa adanya, tetapi menerangkan juga apa yang tersirat dengan mengemukakan pendapat sendiri.
  • 15. Tahap Analisis Tahap Analisi merupakan tahap kritik yang sudah menguaraikan data. Pada tahap ini kritikus sudah mencari makna dan membandingkan-bandingkan dengan karya sastra lain, dengan sejarah atau dengan yang ada di masyarakat
  • 16. Tahap Evaluasi Evaluasi merupakan tahap akhir suatu kritik sastra. Dalam suatu evaluasi dapat dilakukan melalui pujian, seperti berbobot, baik, buruk, menarik, dan unik. Sebaliknya, dapat pula dilakukan pencemohan, ejekan, dianggap jelek dan tidak bermutu, serta tidak menyentuhnilai-nilai kemanusiaan. Jadi kritik sastra mencapai kesempurnaan setelah diadakan evaluasi atau penilaian.
  • 17. MASYARAKAT SASTRA Masyarakat sastra meliputi: Pengarang, Kritikus, Penerbit dan Pembaca.
  • 18. Hubungan Masyarakat Sastra Dengan Kritik Sastra Hubungan Kritik Sastra dengan Pengarang. Pengarang merupakan seorang atau sekelompok orang yang berperan dalam mencentuskan suatu ide-ide kreatif yang dituangkan kedalam karya tulis, baik berupa buku, artikel, majalah dan bentuk karya sastra lainnya. Ditinjau dari hasil karya sastra yang ditulis oleh pengarang akan kelihatan sejauh mana pendidikan, pengetahuan dan latar belakang penulis itu sendiri.Dilihat dari hubungan pengarang dan kritik sastra sangatlah erat sekali dimana seorang pengarang sudah pasti memperhatikan kaidah-kaedah keindahan atau pendekatan estetika
  • 19. Hubungan Pembaca dengan Kritik Sastra. Secara umum pembaca merupakan komponen yang sangat penting juga dalam karya sastra baik kritik sastra, sejarah sastra, dan teori sastra sebab tanpa adanya pembaca yang membaca hasil karya sastra tersebut maka pengarang, penerbit akan sangat rugi atas apa yang dibuat tersebut tidak mendapatkan suatu respon yang Positif oleh masyarakat pembaca.
  • 20. Hubungan Kritikus dengan Kritik Sastra Hubungan kritik sastra dengan kritikus sangatlah erat, dengan adanya seorang kritikus yang menyoroti hasil karya pengarang, secara tidak langsung kritikus bertindak sebagai guru dan pelatih, sehingga nilai dan karyanya menjadi lebih baik/meningkat.
  • 21. Hubungan Kritik Sastra Dengan Penerbit Penerbit merupakan suatu media penyalur karya tulis/karya satra untuk sutu kepentingan pribadi, kelompok maupun masyarakat, Bangsa dan Negara. hubungan Penerbit dengan kritik satra sangat penting juga sebab tanpa adanya penerbit, buku/ karya satra tersebut tidak akan beredar atau menyebar karena tidak diterbitkan.
  • 22. Jelasnya hubungan masyarakat sastra dengan kritik sastra Dari ke-empat masyrakat sastra tersebut, hubungan ke-empatnya sangat erat tidak bisa dipisahkan satu sama yang lainya. Jadi adanya Kritik satra tidak terlepas oleh masyarakat sastra itu sendiri. Bagi masyarakat dewasa ini kritik itu menyajikan hal-hal yang menarik berupa petunjuk atau intruksi, sehingga dengan demikian dapat membantu menaikkan tarap kehidupan umum, suatu bidang yang harus di kembangkan oleh para arif bijaksana.
  • 23. Kesimpulan Melalui kritik dapat memperbaharui karya sasatra yang dibuat oleh seseorang sasatrawan untuk menyebarkan pengetahuan tentang kebudayaan massa lalu dan memperlihatkan kepada para pembaca yang terdapat dalam kehidupan, hubungan serta persesuaian suatu karya seni dengan pengalaman sendiri, dan relasi antara nilai-nilai agama dengan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
  • 24. KLUNGKUNG LEMPUYANG KIRANG LANGKUNG AMPURAYANG OM ÇANTI ÇANTI ÇANTI OM

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s