Pondok MAS

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Studi kasus adalah analisa kehidupan unit sosial, misalnya; (satu atau beberapa) kelompok, masyarakat, organisasi atau individu. Studi kasus kadang-kadang digambarkan sebagai metode ‘naturalistik’ yang paling mengutamakan teknik observasi langsung dalam jangka waktu yang terus-menurus, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian studi kasus sering digunakan untuk memperkenalkan masyarakat umum kepada gaya hidup yang unik atau masalah-masalah yang dihadapi sebuah masyarakat dan individu (Encyclopedia of Social Research, 1997).
Metode penelitian yang digunakan dalam study observasi ini adalah kualitatif studi kasus. Unsur-unsur penelitian kualitatif meliputi analisis yang terbuka dengan fokus penelitian yang bisa berubah dan banyak perhatian terhadap penggunaan wawancara mendal Bab ini membahas tentang penelitian secara umum, yang diawali
Ada keragaman teknik observasi dan wawancara mendalam dalam rangka studi kasus. Teknik observasi yang kami gunakan dalam penelitian ini disebut observasi peserta dimana peneliti menjadi peserta dalam kegiatan-kegiatan kelompok yang akan diteliti. Untuk mengobservasi kehidupan masyarakat Pondok Pesantren MAS sebagai peserta, saya harus menetap di pesantren tersebut. Akhirnya kami tinggal di salah satu asrama santri selama kurang lebih dua hari (terus menerus). Kami terlibat dalam aktivitas sehari-hari di pondok termasuk berpakaian, shalat lima waktu dengan berjamaah, pengajian di dalam pondok bersama para santri, kelas mata pelajaran khusus dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler.
Sifat positif tentang teknik observasi peserta itu adalah bahwa peneliti lebih gampang diterima, orang yang mau diobservasi menjadi lebih terbuka, kelompok dapat diobservasi dalam lingkungan yang natural dan peneliti mampu memperdalam budayanya serta mengembangkan pengertian yang lebih lengkap mengenai kegiatannya. Namun demikian, juga ada sifat negatif yang bisa mempengaruhi kualitas hasil penelitian; misalnya, peneliti menjadi kurang objektif karena terlalu akrab sehingga ada hal-hal yang lupa diobservasikan.
Sebagai peserta kegiatan sehari-hari di pondok, teknik-teknik wawancara yang paling banyak digunakan adalah wawancara non-formal karena sifatnya flexibal, bebas terpimpin, lebih terbuka dan memang lebih cocok untuk suasana santai yang sering kami alami. Namun demikian, teknik wawancara formal juga digunakan dimana rancangan wawancara dipakai sehingga fokus pembicaraan telah di tentukan dengan jelas dan bisa diarahkan oleh peneliti untuk menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Maka kami memfokuskan meneliti untuk mengungkap fenomena Proses belajar mengajar bahasa dan sastra arab yang ada di Pondok Pesantren MAS, bahasa arab sebagai bahasa yang bisa dikatakan sangat sempurna dibanding bahasa lain didunia, merupakan bidang kajian dan penelitian yang sangat luas. Dalam bahasa arab terdapat banyak kosakata yang mempunyai arti sama. Oleh karena itu bahasa arab termasuk bahasa terkaya dalam kosakata. Dengan adanya banyak kosakata bahasa arab memiliki banyak kesempatan untuk membentuk suatu susunan kalimat yang bergaya bahasa tinggi (ushlub). Meskipun dalam arti mempunyai kesamaan, tetapi penekanan masing-masing kata berbeda. Itulah kenapa bahasa arab disebut bahasa yang istimewa. Dan banyak ruang untuk menelitinya. .
B. FOKUS PENELITIAN
Kami ingin mengetahui proses belajar mengajar bahasa dan sastra arab dalam kemampuan berbahasa santri, metode pembelajarannya, sarana pendukungnya, hambatan-hambatan pelaksanaan bahasa dan sastra arab dan strategi peningkatan belajar mengajar bahasa dan sastra arab.
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui letak geografis, demografis dan sejarah Pondok Pesantren MAS.
2. Untuk mengetahui nilai-nilai sosialisasi Pondok Pesantren terhadap masyarakat sekitar, dan hubungan sosialisasi antara masyarakat dan Pondok Pesantren.
3. Untuk mengetahui strategi pembelajaran bahasa dan sastra arab di Pondok Pesantren MAS.
D. MANFA’AT PENELITIAN
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai salah satu bahan kajian penelitian untuk mengembangkan khasanah keilmuan yang telah diperoleh dalam proses perkuliahan.
b. Lebih jauh penelitian ini bertujuan agar mahasiswa sebagai calon sastrawan muda, dapat mengetahui standar kompetensi yang harus dimiliki serta bagaimana cara pencapaiannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian (Pondok Pesantren)
a) Kondisi Geografis
Pondok Pesantren MAS merupakan salah satu pondok yang ada di Sidoarjo. adapun batas wilayahnya bersebrangan dengan dua kabupaten yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Gresik yang hanya dibatasai dengan sungai Bader yang mana pesantren ini teletak di Desa Dungduro Krembangan Kecamatan tAman Kabupaten Sidoarjo.
Lembaga pendidikan yang mayoritas penduduknya adalah petani dan termasuk ekonomi golongan menengah ke bawah ini dapat ditempuh dengan jarak tempuh 20 km dari pusat Kota Sidoarjo. Sedangngkan untuk batas wilayahnya :
1. < 200 m dari Gresik (Desa Bambe Kec. Driyorejo) menuju pondok mas.
2. < 200 m dari Surabaya (Desa Warugunung Kec. Karang Pilang) ke pesantren.
Luas lahan pesantren :
1. Tanah keseluruhan1300 m
2. Bangunan 640 m
3. Lain-lain 660 m

Keterangan:
A : Ruang Tamu
B : Kantor
C :Ruang Kelas
D :Ruang Kelas
E : Ruang Kelas
F : Perpustakaan
G : Ruang Kelas
H : Kantin
I : Kamar Mandi
J : Dapur
K : Kamar 1
L : Kamar 2
M : Kamar 3
N: Musholah
O : Kamar Pengurus
P : Kamar Pengurus
Q : Kamar Pengurus
Perkembangan pembanunan pondok pesantren MAS
1. Pembangunan pertama adalah pembangunan mushollah yang terdiri dari 2 lantai
a. Lantai pertama digunakan untuk mushollah, 2 kamar santri.
b. Lantai kedua digunakan sebagai kamar santri, terdiri dari 3 kamar.
c. Kamar mandi yang terletak sebelah utaranya, terdiri dari 4 kamar mandi.

2. Pembangunan kedua adalah pembangunan pembangunan pagar dan gerbang pondok pesantren.

3. Pembangunan kedua pembangunan gedung kamar santri 1 di sebelah utara musholah, 2 lantai:
a. Lantai pertama 3ruang.
b. Lantai kedua 3 ruang.

4. Pembanguna ketiga pembangunan gedung kamar santri yang terletak di depan mushollah, bangunan terdiri dari 2 lantai lantai kedua pembangunan menyusul:
a. Lantai pertama terdiri dari tiga ruang, 2 ruang untuk ruang santri dan 1 ruang untuk perpustakaan.
5. Melanjutkan pembangunan gedung depan mushollah, menjadi 2 lantai, Lantai kedua terdiri dari tiga ruang, semuanya dipakai untuk ruang kelas madrasah aliyah MAS.

6. Pembangunan 3 ruangkelasMts, yang terletak di sebelah timur di depan gedung kelas madrasah aliyah gedung kamar santri 2.

7. Pebangunan dapur yang terletak di sebelah utara kamar santri 1.

8. Pembangunan kamar mandi yang terletak di pojok sebelah utara pondok.

9. Pembangunan kantin.

10. Penambahan ruang aula pada bangunan kamar santri 1, menjadi 3 lantai.

11. Pembangunan kantor madrasah di sebelah selatan gedung MTS, beserta kamar mandi 3 ruang.

12. Pembangunan ruang tamu di sebelah selatan kantor madrasah.

13. Pembangunan tempatparkirdi depanruangtamu.

Rencana pembangunan kedepan
1. Menambahkamarmandibelakangpondoktigaruang
2. PenambahanruangkelasdiatasbangunangedunglasMTs.
3. Pebangunanlapanganvoly.
b) Keadaan Demografis
Untuk memberi definisi sebuah pondok pesantren, harus kita melihat makna perkataannya. Kata pondok berarti tempat yang dipakai untuk makan dan istirahat. Istilah pondok dalam konteks dunia pesantren berasal dari pengertian asrama-asrama bagi para santri. Perkataan pesantren berasal dari kata santri, yang dengan awalan pe di depan dan akhiran an berarti tempat tinggal para santri (Dhofier 1985:18).
Sekarang di Indonesia ada ribuan lembaga pendidikan Islam terletak di seluruh nusantara dan dikenal sebagai dayah dan rangkang di Aceh, surau di Sumatra Barat, dan pondok pesantren di Jawa (Azra, 2001:70). Pondok pesantren di Jawa itu membentuk banyak macam-macam jenis. Perbedaan jenis-jenis pondok pesantren di Jawa dapat dilihat dari segi ilmu yang diajarkan, jumlah santri, jumlah ustadz (ah), jumlah pengurus, jumlah satpam, jumlah kelas, jumlah kamar dan aktifitas pondok pesantren. Merupakan elemen unik yang membedakan sistem pendidikan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya:
1. Murid adalah elemen yang penting dalam dunia pendidikan, karena tanpanya tidak akan terjadi suatu proses pembelajaran. Dalam hal ini, santri-santri pondok Pesantren MAS harus menetap di asrama-asrama yang telah disediakan oleh pondok. Walaupun santri yang rumahnya tidak begitu jauh dari pondok pun harus mukim di asrama, hal ini ditujukan untuk kelancaran dalam proses pembelajaran bahasa dan diniyah. Adapun jumlah santri keseluruhan yaitu berjumlah 42 santri.
2. Jumlah ustadz (ah) yang mengajar di Pondok Pesantren terdapat 2 kategori yaitu guru Diniyah dan guru Al-Quran, sebagian diambi dari lulusan pondok tersebut dan guru pendidikan terakhir S1 bahkan ada beberapa yang telah lulusan S2. Diantaranya ustadz (ah) yang mengajar diniyah yaitu:
1) Nur Mufid, M.A
2) H. Moch. Abdul Jalil
3) Ahmad Noufal, S.H.I
4) Qomaruz Zaman, SS
5) Nafi’ah, S.Pd.I
6) H. M. Hatta, Lc
7) Anshori Baidowi, Lc
8) Khoirin Nisa, Ss
9) Farid Qomaruddin, S.Pd.I
10) Kumara Aji Kusuma, S.Fill
Sedangkan Asatidz yang mengajar Al-Qur’an di Pondok Pesantren MAS di antaranya adalah:
1) Agus Sholeh
2) Muhammad Tholib
3) H. Moch. Abdul Jalil
3. Adapun data Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Mas :
1) Nama lengkap madarasah : madrasah tsanawiyah pondok pesantren MAS (MTs PP MAS)
2) Alamat
a. Dusun : Dungduro
b. Kelurahan : Krembangan
c. Kecamatan : Taman
d. Kabupaten : Sidoarjo
e. Provinsi : Jawa Timur
3) Didirikan pada
a. Tanggal : 14 Juni 2007
b. Oleh : Yayasan Pondok Pesantren MAS
c. Nama : MTs PP MAS
4) Waktu : Fullday
5) Status Gedung : Milik sendiri
6) Luas Tanah : + 3000 m2
7) Status Tanah : Milik Yayasan (wakaf)
8) Banyaknya lokal : 3 lokal kelas dan 6 unit asrama
9) Keadaan Murid
KELAS JUMLAH SISWA
L P JUMLAH
VII 5 9 14
VIII 9 7 16
IX 8 4 12
JUMLAH 25 20 45

10) Kegiatan-kegiatan
WAKTU KEGIATAN
04.00 – 05.30 Sholat jama’ah dan setoran hafalan Al-Qur’an
05.30 – 07.00 Olahraga, makan pagi dan persiapan masuk kelas
07.00 – 11.30 Belajar di madrasah (regular)
11.30 – 11.15 Rehat, shalat Dzuhur, mengaji Al-Qur’an dan makan siang
13.15 – 15.00 Belajar non kelas (mandiri)
15.00 – 15.45 Sholat Ashar dan mengaji Al-Qur’an
15.45 – 17.15 Olahraga dan kerja bakti kebersihan
17.30 – 19.30 Sholat Maghrib, muraja’ah hafalan Al-Qur’an dan mengaji Kitan Turats
19.30 – 20.00 Sholat Isya dan makan malam
20.00 – 21.30 Muraja’ah durus dan belajar mandiri terstruktur
21.30 – 03.30 Rehat (tidur)
03.30 – 04.00 Sholat Tahajud dan persiapan sholat Shubuh

11) Sarana Pendukung
a. Gedung kelas
b. Asrama santri
c. Kantor madrasah
d. Perpustakaan
e. Mushalla
f. Dapur umum
g. Gudang
h. Taman
i. Lapangan olahraga
c) Sejarah berdirinya Pondok Pesantren
Pondok Pesantren MAS adalah pondok yang terletak di desa Dungdoro Krembangan Kecamatan: Taman Kabupaten: Sidoarjo. Pondok Pesantren ini dipelopori oleh KH.NurMufid MA, beserta dengan rekan-rekannya. Menurut bapak KH. NurMufid MA, pendidikan di Indonesia dianggap masih kurang efisien, sehingga beliau berinisiatif ingin menerapkan metodenya sendiri dengan mendirikan Pondok Pesantren tersebut. Beliau berharap dengan berdirinya Pesantren ini, dapat merubah pendidikan di Indonesia. Beliau juga berpendapat bahwa seyogyanya pendidikan di Indonesia memprioritaskan 5 aspek potensi pendidikan. 5 aspek potensi pendidikan tersebut antara lain:
a. Potensi Sosial
Merupakan potensi yang sangat mendasar bagi seorang pelajar. Karena, seorang pelajar harus bias beradaptasi serta bersosialisasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.
b. Potensi Emosional
Sebagai seorang pelajar harus sanggup mengendalikan dirinya, dalam kondisi apapun dan segala problematika.
c. Potensi Spiritual
Membentuk pelajar yang taat dengan cara membiasakan membaca Al-qur’an dan mengenalkan kisah-kisah para nabi untuk dijadikan suri tauladan.
d. Potensi Intelektual
Dengan potensi Intelektual dapat membentuk pelajar yang cerdas dan berpengetahuan luas.
e. PotensiFisik
Sejak lahir anak memiliki potensi-potensi yang positif, maka diharapkan orangtua yang tinggal disekitar pondok harus menyadari dan yakin bahwasanya memiliki potensi yang bagus khususnya dipotensi fisik. Orang tua harus membekali anaknya dalam menghadapi perkembangan zaman.
Dengan berdirinya Pondok Pesantren MAS di desa Dungdoro ini, banyak pihak yang terbantu. Seperti adanya warung-warung, pedagang kaki lima, dan masih banyak lagi pihak yang lainnya. Selain mengembangkan dunia pendidikan, Pesantren ini secara tidak langsung juga mengangkat pertumbuhan ekonomi warga disekitarnya.
B. Proses Sosialisasi Berdirinya Pondok Pesantren di Masyarakat Sekitar
Pondok pesantren dalam perkembangan tahun ke tahun tidak dari peran serta masyarakat sekitar yang ikut membantu dari bantuan materiil atau non-materiil, itu dikarenakan Pondok pesantren tersebut berada di tengah masyarakat (Desa) yang bisa disebut sebagai suatu lembaga yang terdapat di dalam masyarakat.
Diperlukan kerja sama dan hubungan di antara masyarakat pribumi (penduduk asli) dengan masyarakat pondok untuk menciptakan budaya yang menyatu dalam keragaman bermasyarakat.
Di dalam proses sosialisasi tersebut banyak aspek yang bisa ditinjau untuk diketahui seberapa besar pengaruh di antara dua masyarakat tersebut. Kita memperinci garis penelitian untuk digunakan sebagai acuan pencarian data yang berguna untuk mengetahui proses sosialisasi dua masyarakat tersebut, antara lain:
a. Inkulturasi
b. Hubungan antara Pondok Pesantren dengan masyarakat sekitar.
c. Kondisi Pondok Pesantren.
d. Pendidikan bahasa dan sastra Arab dalam paradigma santri, pendidikan dalam paradigma Kyai beserta dewan guru (Asatidz) serta pemetaan terhadap gaya hidup masyarakat pondok dengan budayanya.
e. Partisipatif melalui maping dan transek.
f. Kondisi pondok pesantren meliputi potensi dan permasalahan lingkungan sekitar.
g. Kondisi sosial masyarakat pondok pesantren.
Partisipasi santri terhadap kegiatan masyarakat, itu bisa dilihat secara langsung dalam keseharian mereka. Mereka (para santri) sering berbaur dengan masyarakat mulai dari kegiatan kebersihan dalam menjaga keelokan dan keindahan lingkungan mereka. Sedangkan menurut dewan guru di Pondok Pesantren dalam mewujudkan sosial masyarakat yang rukun juga hampir sama dengan jawaban masyarakat sekitar tentang wujud sosial bermasyarakat.
Tidak lupa juga para anggota masyarakat pondok (santri, guru, dan Kyai) juga ikut membantu dalam kemajuan warga sekitar dalam hal spritual, menurut penuturan salah satu pengajar di Pondok MAS setiap seminggu sekali dilaksanakan kajian keagamaan untuk masyarakat sekitar guna memperdalam ilmu keagamaan mereka.
Secara garis besar dengan berdirinya pondok pesantren MAS menjadi salah satu hadiah yang besar bagi masyarakat sekitarnya, menurut fakta yang ada bahwa pondok pesantren mampu menampung siswa-siswi yang kurang mampu dari berbagai daerah yang tergolong dari masyrakat menengah ke bawah dan manfaatnya kita bisa lihat yaitu para santri atau siswa bisa bersekolah dengan layak bahkan bisa mencapai akhir pendidikan dengan sempurna.
Biaya pendidikan pondok pesantren MAS tergolong sangat terjangkau sehingga para wali santri tidak keberatan dalam membiayai kebutuhan anak didik mereka, dan para anak didik tersebut bisa mendapatkan fasilitas yang cukup walaupun dengan biaya pendidikan yang relatif murah.
Untuk para alumni pondok MAS sangat mendukung atas segala kegiatan yang berhubungan dengan kemajuan pondok MAS, terutama dalam pendidikan, kreatifitas santri dalam mengolah benda-bend yang bisa bermanfaat untuk diri mereka, sedangkan antara anggota masyarakat dari masyarakat pondok dan masyarakat pribumi saling mendukung dalam kemajuan berbangsa dan bernegara.
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konitif). Paradigma juga berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama.
Sedangkan paradigma dalam pendidikan santri meliputi cara pandang terhadap diri dan lingkungan, khususnya tentang bahasa dan sastra arab yang sedang kita kaji lebih mendalam, yang mana mempengaruhi masyarakat pondok dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku dalam hal tersebut.
Di pondok MAS Dungdoro Sidoarjo terdapat beberapa tingkatan kelas, mulai dari kelas 1 (satu) MTs hingga tingkat 3 (tiga) Aliyah atau setara dengan SMA. Menurut penuturan dari berbagai pihak pondok, para santri di pondok MAS sangat mementingkan perihal bahasa keseharian aktif ataupun pasif yang digunakan dalam berbagai tingkat berdasarkan kemampuan dan kelasnya.
Untuk kelas 1 (satu) MTs menggunakan bahasa arab pasif yang berupa pelatihan tentang bahasa arab dasar, misalnya: pengenalan ilmu alat (nahwu dan shorof), pemberian perbendaharaan kata arab (mufrodat). Semua hal ini dapat meningkatkan kemampuan dasar para santri yang baru masuk di Pondok MAS. Untuk kelas 2 (dua) Mts hingga tingkat 3 (tiga) Aliyah diwajibkan menggunakan bahasa arab aktif, walaupun hanya beberapa yang melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.
Visi dan misi pondok ini adalah mencerdaskan, mencerahkan dan mendewasakan. Dari visi dan misi tersebut dewan Ustadz menjelaskan dengan panjang lebar dan secara singakatnya dapat disimpulkan. Bahwa para santri besok yang akan dapat menjadi salah satu Sumber Daya Manusia yang dapat berfungsi dan berguna dalam berbagai hal khususnya tentang agama, intelektual serta keahlian berprofesi (menjahit, ternak dan pertukangan/ arsitek)
Gaya hidup masyarakat pondok MAS sangatlah sederhana, ini dibuktikan dengan larangan keluar dari lingkuangan pondok kecuali tanpa izin. Dengan aturan ini, bisa dilihat masyarakat pondok hanya mendapatkan fasilitas yang menjadi kebutuhan mereka untuk belajar, makan serta istirahat dan lain-lain. Sedangkan gaya hidup Kyai tidak jauh beda dengan kehidupan santri dalam kesehariannya, dalam sosialisasi mereka juga tampak sederhana tidak tampak akan kehidupan yang glamor, yang umumnya itulah kehidupan di pondok pesantren.
Secara menyeluruh bahwa kultur masyarakat pondok MAS adalah masyarakat Islam tradisional, yang dilihat dari tata cara mereka beribadah dari Shubuh hingga Isya’, sehingga tanpa adanya kesulitan kami bersosialisasi dengan mereka, karena dari kami yang rata-rata termasuk masyarakat tradisional.
Pondok Pesantren Mas berdiri pada tahun 2000, dan Pondok tersebut resmi menjadi suatu Lembaga yang diakui oleh pemerintah pada tahun 2003. Struktur pengajaran dan pembelajaran yang diterapkan oleh pondok tersebut sangat baik dan tersusun rapi.
Pengaruh dan manfaat-manfaat berdirinya P.P Mas kepada masyarakat sekitar:
a. Ekonomi (keuangan masyarakat)
Semenjak berdiriya P.P Mas penghasilan masyarakat meningkat karena adanya para santri yang sering membeli di toko-toko sekitar P.P Mas.
b. Pendidikan
Ditinjau dari segi ekonomi masyarakat yang rata-rata menengah kebawah atau bawah ke bawah. Walaupun ekonomi masyarakat sekitar P.P Mas seperti itu masih bisa mengenyam pendidikan di P.P Mas, karena pondok tersebut memberikan keringanan kepada para santri yang ingin menetap dan menuntut ilmu di pondok tersebut. Seperti ungkapan salah satu alumni angkatan kedua dari P.P Mas “andaikan tidak ada pondok itu mas saya mau melanjutkan sekolah dimana”
c. Akhlak
P.P Mas tersebut tidak merubah akhlak atau sikap masyarakat sehari-hari karena akhlak atau norma-norma kehidupan masyarakat sekitar sudah sangat baik. Di samping itu, di desa tersebut ada sebuah pondok pesantren yang bernama alawi, yang diasuh oleh kakak KH.Nur Mufid yang bernama KH.Halim dan P.P tersebut sudah berdiri sebelum P.P Mas berdiri. Akan tetapi, perbedaan yang menonjol antara dua pesantren tersebut yaitu tidak adanya sekolah formal di dalam P.P Alawi
d. Kegiatan dalam P.P Mas
Salah satu kegiatan yang pernah diikuti juga oleh masyarakat adalah Pengajian yang diadakan setiap malam selasa namun, kegiatan ini sekarang tidak ada karena waktunya yang berbenturan dengan waktu belajar santri-santri P.P Mas
Adapun kegiatan yang pasti masyarakat ikut membantu kelancaran kegiatan tersebut adalah kegiatan tahunan yaitu Haflah Akhirus Sannah P.P Mas, Maulid Nabi SAW dan Isro’ Mi’raj Nabi SAW.
e. Kegiatan di Luar P.P Mas
P.P Mas sering membantu masyarakat sekitar ketika masyarakat tersebut membutuhkan seperti:
1. Mengisi acara penganjian
2. Undangan Tahlil
3. Memimpin Khutbah
4. Banjari (pembacaan sholawat diba’iyah), dan lain-lain
walapun kegiatan-kegiatan di atas sekedar lewat ucapan tidak melalui perjanjian surat ataupun kontrak kerja. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak ada kontrak kerja karena lembaga tidak memperbolehkan dan kurang kesiapannya dari pihak santri P.P Mas.
C. Proses Belajar Mengajar Bahasa dan Sastra Arab
a. Semangat belajar bahasa dan sastra arab
Para santri di pondok MAS di lihat dari jumlah kuantitasnya sangat strategis untuk pengendalian atau pengontrolan dalam membimbing belajar sehari-hari, itu dikarenakan dewan asatidz dapat mengawasi mereka secara sempurna.
Semangat belajar santri, jika dilihat secara garis besar hampir seluruh santri begitu semangat tinggi dan daya juang untuk menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pendidikan mereka. Untuk menaungi semangat mereka dalam belajar di pondok, maka dewan pengurus berinisiatif mengadakan fasilitas pendidikan seperti; perpustkaan, ruang belajar, kegiatan kulikuler dan masih banyak lagi fasilitas untuk menampung semangat mereka.
Bahasa arab di lingkungan pondok sangat diwajibkan kepada seluruh santri, sehingga mau tidak seluruhnya berusaha beradapatasi dengan disiplin bahasa yang telah diatur dengan sedemikian rupa. Ada kalanya sebagian besar dari mereka dengan peraturan disiplin bahasa yang begitu ketat, dengan semangatnya mentaati peraturan tersebut. Bapak pengasuh sering berpesan dalam setiap kesempatan “barang siapa yang menanam pasti akan menuai” semboyan ini sangat melekat di benak hati santri-santri.
b. Kemampuan Santri Dalam Bahasa Dan Berbahasa Arab
Kemampuan berbahasa Arab di Pondok Pesantren Mas Dungdoro Krembangan Taman Sidoarjo bisa dikatakan bagus, dalam pengertian penguasaan dalam berbicara (muhadasah) sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Hal itu sudah kami buktikan dengan mengadakan dialog secara langsung kepada tiga anak dari santri PP Mas. Meskipun kami tidak berdialog dengan semua santri, tetapi kami yakin bahwa santri-santri tersebut sudah mampu dalam berbahasa Arab. itu semua terlihat dari kegiatan-kegiatan dalam belajar baik secara formal (dalam kelas) maupun secara informal yang terstruktur dan mandiri yang dijadwalkan oleh pondok tersebut yang kami amati selama dua hari.
Ada pun bahasa yang digunakan para santri keitka berdialog mereka memakai bahasa fushah. Hal itu terbukti ketika kami sengaja berdialog dengan bahasa arab, ternyata meraka faham dengan alur permbicaraan yang kami buat.
c. Metode Pembelajaran Bahasa Sastra Arab
Qiro’ah : metode pembelajaran bahasa sastra arab di madrasah tsanawiyah ponpes MAS yaitu ustadz sholeh menyampaikan/menerapkan kepada siswa dengan cara siswa dikasih sebuah teks kemudian dikasih waku kurang lebih 15 menit untuk memahami seluruh isi teks tersebut, kemudian disuruh mencatat kata-kata sukar dari teks tersebut dan diterjemahkan bersama-sama sedangkan penerapan qira’ah tingkat Aliyah menurut level kemampuan para siswa.
Insya’: metode pembelajaran Insya’ di madrasah tsanawiyah ponpes MASyaitu diterapkan dengan cara membuat insya’ (karangan) dngan menggunakan bahasa Indonesia kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Arab, dari situlah para siswa akan mendapatkan mufrodat baru.
Mufrodat: Pembelajaran mufrodat di Pon Pes MAS ini adalah pelajaran extra kurikuler, yaitu disini diterapkan dengan cara menempel mufrodat di dinding-dinding atau di mading, dahulu hafalan mufrodat diwajibkan setiap hari, namun sekarang berhubung banyak beban hafalan seperti nadhoman, hafalan hadits, syi’iran, dll. Jadi berhubung banyaknya beban hafalan mufrodat ini penerapan hafalannya menjadi setiap aeminggu sekali (minimal 5 mufrodat)
Hiwar: penerapan Hiwar di Pon Pes MAS ini penerapannya dilakukan dalam aktifitas sehari-hari, seperti di lingkungan sekolah dan di lingkungan pondok.
d. Sarana pendukung dalam bahasa dan sastra arab (niki & hasan)
– Pengasuh dan Pengurusnya bisa berbahasa arab ( kamus hidup )
– Terdapat audio visualnya,seperti radio , tape , computer , perpustakaan yang tersedia kitab – kitab bhs arab.
– Terdapat mading yang menggunakan bhs arab serta pengumumannya juga menggunakan bahasa arab, terdapat pula tulisan – tulisan yang ada di beberapa tempat seperti di dinding , mushalla, kamar – kamar, dan taman – taman.
– Kesehariannya berbicara menggunakan bahasa arab, bagi yang belum bisa berbahasa arab ada pengenalan yang di tulis di tembok – tembok, taman, dan tempat bermain dan diberbagai tempat lainnya.
– Terdapat pembimbing khusus bagi santri baru, yang di bimbing langsung oleh kakak kelasnya (yang memiliki kecakapan yang bagus dalam berbahasa arab)
– Terdapat kitab – kitab khusus Al-Lugah Al-Arabiyyah Linnasyi’in, juz 2-6.
e. Latar Belakang Pendidikan di Pon.Pes MAS & Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa
Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang cerdas, tercerahkan dan berkemanusiaan. Proses ini bisa dilkukan sejak dini dangan menggali dan mengembangkan potensi-potensi didik: yakni potensi Emosional, Spiritual, Moral, Intelektual, Jasmani dan Sosial. Pendidikan harus memperhatikan proses takziyah, tilawah & taklim. Dengan demikian pendidikan mampu melahirkan out-put yang memiliki inisiatif, kreatifitas, kemandirian. Semua ini harus dapat dijangkau oleh seluruh calon peserta didik dari berbagai tingkat ekonomi.
Itulah hal-hal yang melatar belakangi diselenggarakannya Madrasah Nasyi’in Pondok Pesantren MAS. Meskipun demikian juga masih ada kesulitan yang belum bisa terealisasi oleh para santri dalam peng-apresiasian khususnya berbahasa.
f. Hambatan-Hambatan pelaksana pembelajaran
– Kurang Percaya Diri yaitu kelemahan santri dalam bidang bercakap khususnya dalam bahasa asing, Bahasa Arab.
– Kesulitan menyusun kalimat bagi kelas mubtadi’in/pemula.
– Hafalan yang berlebihan dalam metode.
– Kurang mendukungnya Lab. Bahasa.
– Kurang disiplinnya berbahasa arab dalam segi hiwar setiap harinya.

BAB III
PENUTUPAN

A. Simpulan
Studi Observasi merupakan program penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester 5. Pelaksanaan studi observasi ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan akademik, dalam bentuk pengajaran secara nyata di kelas sesungguhnya.
Selama pelaksanaan studi observasi nyata mahasiswa diharapkan pada masa studi menyeluruh, mulai dari pengelolaan program, pengefektifan elemen kebahasaan, dan hubungan dengan masyarakat. Kegiatan studi observasi merupakan penelitian yang faktual untuk memadukan ilmu keguruan secara teori dan praktik di lembaga maupun luar lembaga kependidikan.
Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa studi observasi merupakan kegiatan inti dalam pembenahan dan pembentukan seorang mahasiswa yang aktif dalam proses pendewasaan diri dan pembelajaran di akademik. Di katakan inti karena mahasiswa dituntut untuk menerapkan segala ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya selama di bangku kuliah.
B. Saran-saran
Untuk lebih memaksimalkan kegiatan studi observasi ini pada masa yang akan datang perlu dibuat juknis yang baik secara terorganisasi, komunikasi yang baik antar mahasiswa dan dosen pembimbing serta lembaga yang akan diobservasi dan juga perlu waktu yang panjang agar pengalaman yang didapat lebih banyak dan berkesan bagi para peserta observasi.
Untuk para mahasiswa yang sedang melaksanakan studi observasi, supaya lebih komunikatif, kompak dalam bekerjasama menjalankan tugasnya agar kekurangan-kekurangan yang ada pada saat melaksanakan studi obserasi yang dilakukan oleh para mahasiswa berjalan dengan lancar dan baik sesuai dengan harapan kita bersama.
Tempat yang ditugaskan oleh pihak fakultas terhadap mahasiswa dalam pelaksanaan studi observasi, sebaiknya dirancang dengan baik agar tidak keluar dari ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak fakultas sendiri dan mahasiswa peserta studi observasi bisa melaksanakannya dengn baik, baik dari segi materi ataupun dan jarak tempat itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA

Daily Stories, Poem, Feeling, and You!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d blogger menyukai ini: