CHILDREN ALLERGY CLINIC

CHILDREN ALLERGY CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (Klinik kesulitan makan)
Manusia berinteraksi satu dengan yang lain melalui komunikasi dalam bentuk bahasa. Komunikasi tersebut terjadi baik secara verbal maupun non verbal yaitu dengan tulisan, bacaan dan tanda atau simbol. Berbahasa itu sendiri merupakan proses kompleks yang tidak terjadi begitu saja. Manusia berkomunikasi lewat bahasa memerlukan proses yang berkembang dalam tahap-tahap usianya. Bagaimana manusia bisa menggunakan bahasa sebagai cara berkomunikasi selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas sehingga memunculkan banyak teori tentang pemerolehan bahasa.. Lebih rumit dan luas mengingat ada lebih dari seribu bahasa yang ada di seluruh dunia.
Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.
Lundsteen membagi perkembangan bahasa dalam 3 tahap :
1. Tahap pralinguistik
– 0-3 bulan, bunyinya di dalam (meruku) dan berasal dari tenggorok.
– 3-12 bulan, meleter, banyak memakai bibir dan langit-langit, misalnya ma, da, ba.
2. Tahap protolinguitik
– 12 bulan-2 tahun, anak sudah mengerti dan menunjukkan alat-alat tubuh. Ia mulai berbicara
beberapa patah kata (kosa katanya dapat mencapai 200-300).

3. Tahap linguistik
– 2-6 tahun atau lebih, pada tahap ini ia mulai belajar tata bahasa dan perkembangan kosa katanya mencapai 3000 buah.
Tahap perkembangan bahasa di atas hampir sama dengan pembagian menurut Bzoch yang membagi perkembangan bahasa anak dari lahir sampai usia 3 tahun dalam empat stadium.
1.    Perkembangan bahasa bayi sebagai komunikasi prelinguistik. 0-3 bulan. Periode lahir sampai akhir tahun pertama. Bayi baru lahir belum bisa menggabungkan elemen bahasa baik isi, bentuk dan pemakaian bahasa. Selain belum berkembangnya bentuk bahasa konvensional, kemampuan kognitif bayi juga belum berkembang. Komunikasi lebih bersifat reflektif daripada terencana. Periode ini disebut prelinguistik. Meskipun bayi belum mengerti dan belum bisa mengungkapkan bentuk bahasa konvensional, mereka mengamati dan memproduksi suara dengan cara yang unik. Klinisi harus menentukan apakah bayi mengamati atau bereaksi terhadap suara. Bila tidak, ini merupakan indikasi untuk evaluasi fisik dan audiologi. Selanjutnya intervensi direncanakan untuk membangun lingkungan yang menyediakan banyak kesempatan untuk mengamati dan bereaksi terhadap suara.
2.    2. Kata – kata pertama : transisi ke bahasa anak. 3-9 bulan. Salah satu perkembangan bahasa utama milestone adalah pengucapan kata-kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama, berlanjut sampai satu setengah tahun saat pertumbuhan kosa kata berlangsung cepat, juga tanda dimulainya pembetukan kalimat awal. Berkembangnya kemampuan kognitif, adanya kontrol dan interpretasi emosional di periode ini akan memberi arti pada kata-kata pertama anak. Arti kata-kata pertama mereka dapat merujuk ke benda, orang, tempat, dan kejadian-kejadian di seputar lingkungan awal anak.
3.    3. Perkembangan kosa kata yang cepat-Pembentukan kalimat awal. 9-18 bulan. Bentuk kata-kata pertama menjadi banyak, dan dimulainya produksi kalimat. Perkembangan komprehensif dan produksi kata-kata berlangsung cepat pada sekitar 18 bulan. Anak mulai bisa menggabungkan kata benda dengan kata kerja yang kemudian menghasilkan sintaks. Melalui interaksinya dengan orang dewasa, anak mulai belajar mengkonsolidasikan isi, bentuk dan pemakaian bahasa dalam percakapannya. Dengan semakin berkembangnya kognisi dan pengalaman afektif, anak mulai bisa berbicara memakai kata-kata yang tersimpan dalam memorinya. Terjadi pergeseran dari pemakaian kalimat satu kata menjadi bentuk kata benda dan kata kerja.
4.    4. Dari percakapan bayi menjadi registrasi anak pra sekolah yang menyerupai orang dewasa. 18-36 bulan. Anak dengan mobilitas yang mulai meningkat memiliki akses ke jaringan sosial yang lebih luas dan perkembangan kognitif menjadi semakin dalam. Anak mulai berpikir konseptual, mengkategorikan benda, orang dan peristiwa serta dapat menyelesaikan masalah fisik Anak terus mengembangkan pemakaian bentuk fonem dewasa
Perkembangan bahasa anak dapat dilihat juga dari pemerolehan bahasa menurut komponen-komponennya.
Perkembangan Pragmatik
Perkembangan komunikasi anak sesungguhnya sudah dimulai sejak dini, pertama-tama dari tangisannya bila bayi merasa tidak nyaman, misalnya karena lapar, popok basah. Dari sini bayi akan belajar bahwa ia akan mendapat perhatian ibunya atau orang lain saat ia menangis sehingga kemudian bayi akan menangis bila meminta orang dewasa melakukan sesuatu buatnya. 30
Usia 3 minggu bayi tersenyum saat ada rangsangan dari luar, misalnya wajah seseorang, tatapan mata, suara dan gelitikan. Ini disebut senyum sosial. Usia 12 minggu mulai dengan pola dialog sederhana berupa suara balasan bila ibunya memberi tanggapan Usia 2 bulan bayi mulai menanggapi ajakan komunikasi ibunya. Usia 5 bulan bayi mulai meniru gerak gerik orang, mempelajari bentuk ekspresi wajah. Pada usia 6 bulan bayi mulai tertarik dengan benda-benda sehinga komunikasi menjadi komunikasi ibu, bayi dan benda-benda. Usia 7-12 bulan anak menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginannya. Gerak-gerik ini akan berkembang disertai dengan bunyi-bunyi tertentu yang mulai konsisten. Pada masa ini sampai sekitar 18 bulan, peran gerak-gerik lebih menonjol dengan penggunaan satu suku kata. Usia 2 tahun anak kemudian memasuki tahap sintaksis dengan mampu merangkai kalimat 2 kata, bereaksi terhadap pasangan bicaranya dan masuk dalam dialog singkat. Anak mulai memperkenalkan atau merubah topik dan mulai belajar memelihara alur percakapan dan menangkap persepsi pendengar. Perilaku ibu yang fasilitatif akan membantu anaknya dalam memperkenalkan topik baru. Lewat umur 3 tahun anak mulai berdialog lebih lama sampai beberapa kali giliran. Lewat umur ini, anak mulai mampu mempertahankan topik yang selanjutnya mulai membuat topik baru. Hampir 50 persen anak 5 tahun dapat mempertahankan topik melalui 12 kali giliran. 30
Sekitar 36 bulan, terjadi peningkatan dalam keaktifan berbicara dan anak memperoleh kesadaran sosial dalam percakapan. Ucapan yang ditujukan pada pasangan bicara menjadi jelas, tersusun baik dan teradaptasi baik untuk pendengar.2 Sebagian besar pasangan berkomunikasi anak adalah orang dewasa, biasanya orang tua. Saat anak mulai membangun jaringan sosial melibatkan orang di luar keluarga, mereka akan memodifikasi pemahaman diri dan bayangan diri dan menjadi lebih sadar akan standar sosial. Lingkungan linguistik memiliki pengaruh bermakna pada proses belajar berbahasa. Ibu memegang kontrol dalam membangun dan mempertahankan dialog yang benar. Ini berlangsung sepanjang usia pra sekolah. 2,30
Anak berada pada fase mono dialog, percakapan sendiri dengan kemauan untuk melibatkan orang lain. Monolog kaya akan lagu, suara, kata-kata tak bermakna, fantasi verbal dan ekspresi perasaan. 2
Perkembangan Semantik
Karena faktor lingkungan sangat berperan dalam perkembangan semantik, maka pada umur 6-9 bulan anak telah mengenal orang atau benda yang berada di sekitarnya. Leksikal dan pemerolehan konsep berkembang pesat pada masa pra sekolah. Terdapat indikasi bahwa anak dengan kosa kata lebih banyak akan lebih popular di kalangan teman-temannya. Diperkirakan terjadi penambahan 5 kata perhari di usia 1,5 sampai 6 tahun..2 Pemahaman kata bertambah tanpa pengajaran langsung orang dewasa. Terjadi strategi pemetaan yang cepat di usia ini sehingga anak dapat menghubungkan suatu kata dengan rujukannya. Pemetaan yang cepat adalah langkah awal dalam proses pemerolehan leksikal. Selanjutnya secara bertahap anak akan mengartikan lagi informasi-informasi baru yang diterima.
2 Definisi kata benda anak usia pra sekolah meliputi properti fisik seperti bentuk, ukuran dan warna, properti fungsi, properti pemakaian dan lokasi. Definisi kata kerja anak pra sekolah juga berbeda dari kata kerja orang dewasa atau anak yang lebih besar. Anak pra sekolah dapat menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, untuk apa, untuk siapa, dengan apa, tapi biasanya mereka belum memahami pertanyaan bagaimana dan mengapa atau menjelaskan proses.
Anak akan mengembangkan kosa katanya melalui cerita yang dibacakan orang tuanya. Begitu kosa kata berkembang, kebutuhan untuk mengorganisasikan kosa kata akan lebih meningkat, dan beberapa jaringan semantik atau antar relasi akan terbentuk.
Perkembangan Sintaksis
Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun. Awalnya berupa kalimat dua kata. Rangkaian dua kata, berbeda dengan masa “kalimat satu kata” sebelumnya yang disebut masa holofrastis. 30 Kalimat satu kata bisa ditafsirkn dengan mempertimbangkan konteks penggunaannya. Hanya mempertimbangkan arti kata semata-mata tidaklah mungkin kita menangkap makna dari kalimat satu kata tersebut.
2,30 Peralihan dari kalimat satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabugan dua kata menjadi kalimat, rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Jika kalimat dua kata memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda
Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun, yang mencapai puncaknya pada akhir usia 2 tahun.
Tahap perkembangan sintaksis secara singkat terbagi dalam :
1. Masa pra-lingual, sampai usia 1 tahun
2. Kalimat satu kata, 1-1,5 tahun
3. Kalimat rangkaian kata, 1,5-2 tahun
4. Konstruksi sederhana dan kompleks, 3 tahun.
Lewat usia 3 tahun anak mulai menanyakan hal-hal yang abstrak dengan kata tanya “mengapa”,” kapan”. Pemakaian kalimat kompleks dimulai setelah anak menguasai kalimat empat kata sekitar 4 tahun. 9
Perkembangan Morfologi
Periode perkembangan ditandai dengan peningkatan panjang ucapan rata-rata, yang diukur dalam morfem. Panjang rata-rata ucapan, mean length of utterance (MLU) adalah alat prediksi kompleksitas bahasa pada anak yang berbahasa Inggris. MLU sangat erat berhubungan dengan usia dan merupakan prediktor yang baik untuk perkembangan bahasa.
Dari usia 18 bulan sampai 5 tahun MLU meningkat kira-kira 1,2 morfem per tahun. Penguasaan morfem mulai terjadi saat anak mulai merangkai kata sekitar usia 2 tahun. Beberapa sumber yang membahas tentang morfem dalam kaitannya dengan morfologi semuanya merupakan bahasa Inggris yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. 2,30
Perkembangan Fonologi Perkembangan fonologi melalui proses yang panjang dari dekode bahasa. Sebagian besar konstruksi morfologi anak akan tergantung pada kemampuannya menerima dan memproduksi unit fonologi. Selama usia pra sekolah, anak tidak hanya menerima inventaris fonetik dan sistem fonologi tapi juga mengembangkan kemampuan menentukan bunyi mana yang dipakai untuk membedakan makna. 2
Pemerolehan fonologi berkaitan dengan proses konstruksi suku kata yang terdiri dari gabungan vokal dan konsonan. Bahkan dalam babbling, anak menggunakan konsonan-vokal (KV) atau konsonan-vokal-konsonan (KVK). Proses lainnya berkaitan dengan asimilasi dan substitusi sampai pada persepsi dan produksi suara.2
Perkembangan bahasa ekspresif dan reseptif Myklebust membagi tahap perkembangan bahasa berdasarkan komponen ekspresif dan reseptif sebagai berikut 34:
1. Lahir – 9 bulan : anak mulai mendengar dan mengerti, kemudian berkembanglah pengertian konseptual yang sebagian besar nonverbal.
2. Sampai 12 bulan : anak berbahasa reseptif auditorik; belajar mengerti apa yang dikatakan, pada umur 9 bulan belajar meniru kata-kata spesifik, misalnya, dada, muh, kemudian menjadi mama, papa.
3. Sampai 7 tahun : anak berbahasa ekspresif auditorik termasuk persepsi auditorik kata-kata dan menirukan suara. Pada masa ini terjadi perkembangan bicara dan penguasaan pasif kosa kata sekitar 3000 buah.
4. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa reseptif visual (membaca). Pada saat masuk sekolah ia belajar membandingkan bentuk tulisan dan bunyi perkataan.
5. Umur 6 tahun dan seterusnya : anak berbahasa ekspresif visual (mengeja dan menulis).

1.    Mengapa ada syariat haji?
Karena haji itu sendiri syariat yang sudah lama ada di masa nabi-nabi sebelujm nabi Muhammad SAW. Ada sebuah keterangan nabi adam pernah berhaji dan para malaikat mngucapkan selamat pada apa yang dilakukan oleh nabi adam A.S (Haji). Sedangkan kalau kita lihat kembali menurut pengertiannya, haji berarti pegi menuju tempat yang agung, sedangkan  syariat, haji berarti pergi ke masjidil haram untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti thowaf, sa’I, da n wuquf di arofah. (Panduan Beribadah Khusus Pria.1: 2007 & 2008).
Haji merupakan pilar islam yang keempat, dan haji adalah merupakan syiar dan ibadah yang paling akhir yang difardukan oleh allah SWT, demikian pula dengan batas-batas dan ketentuan-ketentuannya. Karena penetapan itu terjadi pada tahun ke-IX Hijriyah, demikan pula menurut pendapat yang terkuat. Haji adalah perjalanan yang unik dalam dunia wisata dan perjalanan, dimana orang muslim melakukan perjalanan ritual,jasm jasmani, dan rohaninya, kesatu kota yang telah dinyatakan oleh allah dalam al-Qur’an sebagai kota yang terjamin keamanannya, yaitu kota Makkah, dengan tujuan untuk waqof di Arafah dan thowaf di bait Allah al-Haram,yang diajikan oleh islam sebagai sentral mentauhidkan Allah dan pusat kesatuan orang-orang mukmin. Karena itu segenap orang islam diwajibkan menghadap kearah sana pada setiap hari diwaktu melakukan sholat kemudian mereka diwajibkan untuk ziarah lansung ke sana dan melaksanakan thawaf padanya sekali dalam sepanjang masa hayatnya. Adanya kewajiban seperti itulah sehingga ada syariat haji. Adapun dalil disyariatkannya haji sebagaimana yang tertera dalam dalil al-Qur’an dan al hadist. Adapun dalil al-qur’an:
Yang artinya:
“ mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap  allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan kebaitullah”. (Q.S. Ali Imran. 97)
Dalil dalam al Hadist:
Yang artinya:
“Islam didirikan atas lima sendi: bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan melainkan allah dan Muhammad adalah utusan allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji kebaitullah,dan berpuasa dibulan ramadhan”. (Ash Shiddiq. 1978: 15-16). (Beribadah dan Akhlak dalam Islam. UII Pres Indonesia, 1998.)
2.    Mengapa haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu ?
Karena dalam melaksanakan ibadah haji itu ada syarat-syaratnya diantranya adalah mampu, mampu disini adalam artian mampu dalam segala hal, baik dari segi moral, kesehatan, harta, serta tidak ada udzur syar’i
Pertama. mampu dari segi kesehatan. Orang yang hendak berhaji kondisi fisiknya harus sehat. Ia harus terbebas darri segala hal yang menyebabkan terhalangnya amalan dan kewajiban haji, seperti lanjut usia, sakit menahun, tidak kuat naik kendaraan; ada  cacat di anggota badannya, seperti kedua tangan atau kakinya bunting sehingga tidak bisa menaiki kendaraan dan tidak bisa melaksanakan amallan haji yang wajib, tangannya atau kakinya lumpu atau matanya buta. Menurut abu hanifah, jika orang tersebut mampu membayar orang untuk membimbingnya, maka ia wajib melaksanakan ibadah haji.
Kedua. Mampu dari segi materi. Sesungguhnya wajib berhaji setelah ia mempunyai biaya yang cukup, juga tersedia nafka untuk keluarga yang menjadi tanggungannya pada saat ia pergi haji hingga pulang kembali.  Maksud dari biaya yang cukup ialah dalm kondisi sedang, tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya yang menjadi tanggungannya. Jika ia atau keluarga yang menjadi tanggungannya rela dengan kon disi hemat dan sedikit kekurangan, maka ia dan mereka mendapat pahala yang lebih banhyak.
Ketiga. Harus ada kendaraan yang membawa ketem pat haji juga yang mengantarkanya pulang kembali-seperti hewan tungganngan mobil, peasawat, atau yang lainnyaa-baik itu milik sendiri atau menyewa. Rosulullah SAW. Menafsirkan kemampuan dalam ayat haji dengan “pembekala” dan “ kendaraan” dalam hadist shahih riwayat daruqutni dan hakim. Ketentuan ini berlaku bagi orang yang jauh dari makkah, sebab mereka tidak bisa sampai hanya berjalan kaki.
Dari sini dapat kita simpulkan bahwa jika ingin melakukan haji syarat yang utama adalah mampu untuk melaksanakan baik jiwa raga maupun bekal, Serta tidak wajib berhaji bagi orang yang mempunyai utang kepada orang lain, atau utang kepada agama seperti zakat atau kifarat. Demikian itu bila sisa setelah membayar kewajiban agama tersebut tidak cukup untuk biaya haji. Hal ini sehingga diwajibkannya haji bagi orang yang mampu. (Panduan Beribadah Khusus Pria.1: 2007 & 2008)
3.    Mengapa berhaji harus disertai muhrimnya?
Karena dalam menunaikan haji bagi perempuan wajib baginya untuk menunaikan haji bersama dengan suaminya atau pun orang-orang terpercaya, meskipun hamba sahaya. Wanita itu hukumnya haram berpergian sendiri tanpa suaminya, meskipun jaraknya dekat atau bersama dengan orang banyak. Wanita boleh tidak wajib keluar demi melakukan haji fardu bersama dengan orang wanita yang dapat dipercaya. Dia tidak boleh keluar untuk melakukan haji sunnah, meskipun dengan banyak wanita, jarak dekat dan sudah tua. Para ulama menjelaskan bahwa wanita penduduk makkah haram melakukan umrah sunnat dari tan’im bersama dengan wanita. Dalam hal ini ada ulama yang menentang, haji dan umrah itu wajib hanya satu kali dalam seumur hidup dan tidak harus segera dilakukan. (Tarjamah Fathul Muin “Pedoman Ilmu Fiqih”)
4.    Mengapa haji harus berniat dari miqat masing-masing negara?
Karena miqot ini berarti waktu melakukan haji dan dari miqot itulah orang mulai berganti pakian, pakaian yang menutupi diri dan watak manusia, dan mulai niat haji. Dengan perkataan lain, seseorang individu tidak mengenakan pakaian tetapi pakaianlah yang menutupi dirinya. Kami sudah jelaskan diatas bhawa bekal terbaik haji adalah takwa, maka dimiqot ini, bekal tadi menjadi pakaian sekaligus: “ dan pakaian takwa itulah tang paling baik”.(Q.S. Al A’raf: 26). Dan andaikata orang ingin melaksanakan haji niat tidak di mulai dari miqot masing-masing maka hajinya tidak sah sebagaimana yang kami jelaskan diatas, dan menurut imam malik dan syafi’i: lebih utamanya berihram dari tempat yang jauh dari mekkah. Sedangkan menurut madzhab ahmad dan madzhab syafi’I, orang yang haji harus berihram dari tempat yang paling jauh dari keduanya. Beda lagi dengan orang yang berada di wilayah tanah haram dan hendak berihram umrah. Orang yang demikian, harus berihram umrah dari daerah di luar tanah haram, sebagaimana yang telah dijelaskan. Ini merupakan pendapat pengikut imam syafi’i. (Panduan Beribadah Khusus Pria.1: 2007 & 2008 dan Beribadah dan Akhlak dalam Islam. UII Pres Indonesia, 1998.)
5.    Mengapa ihram tidak diperbolehkan menggunakan baju yang berjahit ?
Karena haram bagi orang yang ihram memakai baju yang berjahit khususnya bagi seorang laki-laki, dan sesuatu yang meliputi dengan dijahit, misalnya baju kurung dan jubah atau dengan ditenun atau diikat tanpa ada halangan. Larangan ini brlaku tuntuk seluruh badannya. Lelaki tidak haram menutupi kepala dengan sesuatu yang berjahit seperti kopyah dan kain karena udzur, misalnya panas dan dingin. Halangan disini dibatasi dengan sesuatu yang tidak bisa ditahan, meskipun tidak memperbolehkan tayamum. Jika berhalangan, maka boleh menutupi kepala namun harus membayar fidyah, sama dengan wajibnya fidyah jika mencukur rambut karena ada alasan.
Lelaki juga tidak haram memakai pakaian yang dijahit jika tidak ada yang lainnya dan tidak mampu untuk mendapatkannya, meskipun dengan meminjam misalnya. Lain halnya kalau dia mendapatkannya dengan hibah, sebab pemberian itu mudah untuk diungkit-ungkit. Kalau demikian, maka lelaki boleh memakai penutup aurat dengan sesuatu yang meliputi tanpa fidyah. Dan memakai pakaian itu pada bagaian-bagaian badan yang lain karena perlu, misalnya panas dan dingin, namun harus membayar fidyah.Pakaian ihrom juga merupakan gambaran pakaian yang akan dipakai ketikan mati.. (Tarjamah Fathul Muin “Pedoman Ilmu Fiqih”2003 dan Panduan Beribadah Khusus Pria.1: 2007 & 2008)
6.    Mengapa saat ihram, perempuan tidak diperkenakan mengenakan tutup wajah (cadar)?
Karena nabi pernah melarang dalm suatu hadistnya untuk memakai cadar (tutup muka) dengan apapun baikk itu yang berjahit atau tidak berjahit, dan adapun beberapa kalangan yang memaki cadar.  dalam Masalah kewajiban memakai cadar sebenarnya tidak disepakati oleh para ulama. Maka wajarlah bila kita sering mendapati adanya sebagian ulama yang mewajibkannya dengan didukung dengan sederet dalil dan hujjah. Namun kita juga tidak asing dengan pendapat yang mengatakan bahwa cadar itu bukanlah kewajiban.
Beberapa pendapat dan hujjah diperbolehkan dan tidaknya orang perempuan memakai tutup wajah (cadar) diantaranya:
1. Kalangan yang Mewajibkan Cadar
Mereka yang mewajibkan setiap wanita untuk menutup muka berangkat dari pendapat bahwa wajah itu bagian dari aurat wanita yang wajib ditutup dan haram dilihat oleh lain jenis non mahram.
Dalil-dalil yang mereka kemukakan antara lain:
•    Surat Al-Ahzab: 59
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu`min, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ayat ini adalah ayat yang paling utama dan paling sering dikemukakan oleh pendukung wajibnya niqab. Mereka mengutip pendapat para mufassirin terhadap ayat ini bahwa Allah mewajibkan para wanita untuk menjulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka termasuk kepala, muka dan semuanya, kecuali satu mata untuk melihat. Riwayat ini dikutip dari pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas`ud, Ubaidah As-Salmani dan lainnya, meskipun tidak ada kesepakatan di antara mereka tentang makna `jilbab` dan makna `menjulurkan`.
Namun bila diteliti lebih jauh, ada ketidak-konsistenan nukilan pendapat dari Ibnu Abbas tentang wajibnya niqab. Karena dalam tafsir di surat An-Nuur yang berbunyi , Ibnu Abbas justru berpendapat sebaliknya.
Para ulama yang tidak mewajibkan niqab mengatakan bahwa ayat ini sama sekali tidak bicara tentang wajibnya menutup muka bagi wanita, baik secara bahasa maupun secara `urf . Karena yang diperintahkan jsutru menjulurkan kain ke dadanya, bukan ke mukanya. Dan tidak ditemukan ayat lainnya yang memerintahkan untuk menutup wajah.
•    Surat Al-Ahzab: 53
`Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar di sisi Allah.
Para pendukung kewajiban niqab juga menggunakan ayat ini untuk menguatkan pendapat bahwa wanita wajib menutup wajah mereka dan bahwa wajah termasuk bagian dari aurat wanita. Mereka mengatakan bahwa meski khitab ayat ini kepada istri Nabi, namun kewajibannya juga terkena kepada semua wanita mukminah, karena para istri Nabi itu adalah teladan dan contoh yang harus diikuti. Selain itu bahwa mengenakan niqab itu alasannya adalah untuk menjaga kesucian hati, baik bagi laki-laki yang melihat ataupun buat para istri nabi. Sesuai dengan firman Allah dalam ayat ini bahwa cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka . Namun bila disimak lebih mendalam, ayat ini tidak berbicara masalah kesucian hati yang terkait dengan zina mata antara para shahabat Rasulullah SAW dengan para istri beliau. Kesucian hati ini kaitannya dengan perasaan dan pikiran mereka yang ingin menikahi para istri nabi nanti setelah beliau wafat. Dalam ayat itu sendiri dijelaskan agar mereka jangan menyakiti hati nabi dengan mengawini para janda istri Rasulullah SAW sepeninggalnya. Ini sejalan dengan asbabun nuzul ayat ini yang menceritakan bahwa ada shahabat yang ingin menikahi Aisyah ra. bila kelak Nabi wafat. Ini tentu sangat menyakitkan perasaan nabi.
Adapun makna kesucian hati itu bila dikaitkan dengan zina mata antara shahabat nabi dengan istri beliau adalah penafsiran yang terlalu jauh dan tidak sesuai dengan konteks dan kesucian para shahabat nabi yang agung. Sedangkan perintah untuk meminta dari balik tabir, jelas-jelas merupakan kekhusususan dalam bermuamalah dengan para istri Nabi. Tidak ada kaitannya dengan `al-Ibratu bi `umumil lafzi laa bi khushushil ayah`. Karena ayat ini memang khusus membicarakan akhlaq pergaulan dengan istri nabi. Dan mengqiyaskan antara para istri nabi dengan seluruh wanita muslimah adalah qiyas yang tidak tepat, qiyas ma`al-fariq. Karena para istri nabi memang memiliki standar akhlaq yang khusus. Ini ditegaskan dalam ayat Al-Quran.
“ Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
d. Hadits Larang Berniqab bagi Wanita Muhrim
Para pendukung kewajiban menutup wajah bagi muslimah menggunakan sebuah hadits yang diambil mafhum mukhalafanya, yaitu larangan Rasulullah SAW bagi muslimah untuk menutup wajah ketika ihram.
“Janganlah wanita yang sedang berihram menutup wajahnya dan memakai sarung tanga”`.
Dengan adanya larangan ini, menurut mereka lazimnya para wanita itu memakai niqab dan menutup wajahnya, kecuali saat berihram. Sehingga perlu bagi Rasulullah SAW untuk secara khusus melarang mereka. Seandainya setiap harinya mereka tidak memakai niqab, maka tidak mungkin beliau melarangnya saat berihram. Pendapat ini dijawab oleh mereka yang tidak mewajibkan niqab dengan logika sebaliknya. Yaitu bahwa saat ihram, seseorang memang dilarang untuk melakukan sesuatu yang tadinya halal. Seperti memakai pakaian yang berjahit, memakai parfum dan berburu. Lalu saat berihram, semua yang halal tadi menjadi haram. Kalau logika ini diterapkan dalam niqab, seharusnya memakai niqab itu hukumnya hanya sampai boleh dan bukan wajib. Karena semua larangan dalam ihram itu hukum asalnya pun boleh dan bukan wajib.
Bahwa ada sebagian wanita yang di masa itu menggunakan penutup wajah, memang diakui. Tapi masalahnya menutup wajah itu bukanlah kewajiban. Dan ini adalah logika yang lebih tepat.
e. Hadits bahwa Wanita itu Aurat
Diriwayatkan oleh At-Tirmizy marfu`an bahwa,
“Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”.
Menurut At-turmuzikedudukan hadits ini hasan shahih. Oleh para pendukung pendapat ini maka seluruh tubuh wanita itu adalah aurat, termasuk wajah, tangan, kaki dan semua bagian tubuhnya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilah.
Adapun para ulam atau para sahabat nabi yang tidak mewajibkan memaki cadar, karena  Mereka juga menggunakan banyak dalil serta mengutip pendapat dari para imam mazhab yang empat dan juga pendapat salaf dari para shahabat Rasulullah SAW.
a. Ijma` Shahabat
Para shahabat Rasulullah SAW sepakat mengatakan bahwa wajah dan tapak tangan wanita bukan termasuk aurat. Ini adalah riwayat yang paling kuat tentang masalah batas aurat wanita.
b. Pendapat Para Fuqoha bahwa Wajah Bukan termasuk Aurat Wanita.
Al-Hanafiyah mengatakan tidak dibenarkan melihat wanita ajnabi yang merdeka kecuali wajah dan tapak tangan. . Bahkan Imam Abu Hanifah ra. sendiri mengatakan yang termasuk bukan aurat adalah wajah, tapak tangan dan kaki, karena kami adalah sebuah kedaruratan yang tidak bisa dihindarkan. Al-Malikiyah dalam kitab `Asy-Syarhu As-Shaghir` atau sering disebut kitab Aqrabul Masalik ilaa Mazhabi Maalik, susunan Ad-Dardiri dituliskan bahwa batas aurat waita merdeka dengan laki-laki ajnabi adalah seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan. Keduanya itu bukan termasuk aurat.
Asy-Syafi`iyyah dalam pendapat As-Syairazi dalam kitabnya `al-Muhazzab`, kitab di kalangan mazhab ini mengatakan bahwa wanita merdeka itu seluruh badannya adalah aurat kecuali wajah dan tapak tangan. Dalam mazhab Al-Hanabilah kita dapati Ibnu Qudamah berkata kitab Al-Mughni 1: 1-6,`Mazhab tidak berbeda pendapat bahwa seorang wanita boleh membuka wajah dan tapak tangannya di dalam shalat
Daud yang mewakili kalangan zahiri pun sepakat bahwa batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuai muka dan tapak tangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Nailur Authar. Begitu juga dengan Ibnu Hazm mengecualikan wajah dan tapak tangan sebagaiman tertulis dalam kitab Al-Muhalla.
7.    Mengapa thawaf dilakukan dengan cara berputar tujuh kali mengelilingi ka’bah?
Karena disyaratkan putaran tujuh kali jika ada atau meninggalkan satu kali putaran saja maka thawafnya tidak sempurna atau tidak sah tetapi jika pergi dari makka tidak di harus kan membayar dam atau yang lainnya.hal ini menurut pendapat imam malik, syafi’i, ahmad, ibnu hazm dan jumhur ulama. sedangkan, menurut para pengikut imam hanafi berpendapat, rukun towaf ada empat kali putaran saja dan tiga yang tersisa adalah wajib diganti dengan dam.
Thawaf juga disyaratkan dilakukan di dalam masjidil haram.di luar ini, tidak di perbolehkan berdasarkan ijma’ulama dan di lakukan di belakang hijr ismail, berdasarkan perkataan ibnu abas. Jadi, melakukan tujuh kali putaran mengelilingi ka’bah adalah hukumnya wajib, karena tujuh kali putaran tersebut merupakan syarat dari thawaf itu sendiri dan apabila ada kekurangan pada saat melakukan putaran maka thawafnya dinilai tidak sempurna. (Tarjamah Fathul Muin “Pedoman Ilmu Fiqih”2003 dan Panduan Beribadah Khusus Pria.1: 2007 & 2008)
8.    Mengapa sa’I dimulai dari bukti shafa menuju marwa ?
Karena mengikuti tatacara (tindak lampa (ittiba’)) nabi melakukan lari-lari kecil dari bukit shofa dan marwa. Disamping itu, sa’I pertama kali harus dimulai dari bukit shafa dan marwa, dan jika melakukan sa’I pertama kali dari bukit marwa, maka sa’i dari bukit shafa ke marwa tidak dihitung. Pergi dari bukit shafa ke bukit marwa itu satu kali sa’i dan kembali dari bukit shafa ke bukit marwa itu satu kali sa’i. lelaki juga disunnatkan untuk naik kebukit shafa sekitar  setinggi orang berdiri dan berjalan di awal dan di akhir sa’i dan berlari dibagaian tengah bagi lelaki. (Tarjamah Fathul Muin “Pedoman Ilmu Fiqih”2003)
9. Mengapa pelaksanaan wuquf  itu berada di arafah?
Menurut kisah, di sinilah nabi Adam dan Hawa bertemu setelah keluar dari taman firdaus, keduanya bberpisah sekitar 100 tahun, dan kemudian bertemu di bukit ini. Di bukit ini didirikan tugu untuk menandai lokasi pertemuan mereka. Di tempat itu pulalah Rasulullah saw, mengucapkan pidato wuquf dan menerima wahyu terakhir (QS Al-Maidah ayat 2). Di padang arofah ini jamaah melakukan wuquf sebagai salah rukun haji. Di tempat ini terdapat pula sebuah masjid besar yang dipakai hanya waktu wuquf saja. Masjid ini bernama Masjid Namirah.
Rasulullah bersabda yang artinya:
“ Aku wukuf di sini dan seluruh Arofah adalah tempat berwukuf”.

10. Mengapa isyarat tahallul itu dibatasi minimal memotong 3 rambut?
Dalam pengertian Tahallul adalah cara mengakhiri atau keluar dari ihram, sama halnya membaca salam pada waktu mengakhiri shalat. Tahallul dilakukan setelah selesai sai, caranya dengan memotong rambut sedikitnya tiga helai rambut. Bagi laki-laki sunat mencukurnya sampai hahis, sedang bagi wanita cukup dengan menggunting ujung rambut. Seseorang yang elah tahallul berarti ia telah lepas dari muharramat haji.
Ketika kita memotong rambut lebih dari 3 rambut, rambut kita tidak akan habis, apabila kita mau untuk semua rambut dipotong, toh rambut bisa tumbuh lagi bukan, jadi tidak perlu susah-susah menyikapinya.

11.    Mengapa melempar jumroh disyaratkan dengan melempar batu?

12.    Mengapa wuquf diarofah dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijah?
Tanggal 9 Dzulhijjah dinamakan hari Arafah (يوم عفة) karena pada hari ini, para hujjjaj “menunggu” atau “wuquf” di tempat yang bernama ‘Arafah (عفة), atau disebut jjuga dalam bentuk jama’ ‘Arafat (غفاث), suatu tempat sekitar 14 mil (26 km) dari makkah, arah ke timur. Di tenagah padang Arafah, terdapat sebuah bukit yang bernama Jabal Rahmah.
Luas Arafah sekitar 4×2 km atau delapan ratus hektar. Kalau satu orang mengambil sekitar satu meter persegi, maka jumlah jamaah yang bisa ditampung Arafah pada satu saat adalah delapan juta orang.
Dan mengingat hadis ibnu Abbas ra,, “Bahwa Rasulullah saw, shlat zuhur pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan shalat shubuh di hari Arafah (9 Dzulhijjah) di mina.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dan Ahmad).
13.    Mengapa ada larangan memakan binatang buruan saat berhaji?
Dari Aisyah : “Rasulullah  Saw telah menyuruh membunuh lima macam binatang yang jahat, baik di tanah halal maupun di tanah haram : 1) gagak, 2) burung elang, 3) kala, 4) tikus, 5) anjing menggigit.
“sesungguhnya negeri ini (makkah) negeri terpelihara oleh pentaga Allah, sampai hari kiamat, tidak boleh dipotong pohon-pohonnya, tidak boleh diburu dan dimakan binatangnya, dan tidak boleh diambil barang yang didapat padanya terkecuali orang yang bermaksud memaklumkan, juga tidak boleh dicabut rumputnya. “mendengar sabda beliau tersebut Ibnu Abbas berkata : “ya, Rasululah, terkecuali dizikir.” (Riwayat Bukhari Muslim).
Karena itu termasuk salah satu larangan orang yang sedang haji dalam keadaan ihram, dan apabila setiap para jamaah memakan binatang buruan akan terjadi kepunahan dan habis binatang buruan yang berada di sana.
14.    Mengapa anak kecil belum diwajibkan menunaikan ibadah haji?
Ibadah haji wajib bagi setiap orang islam yang sudah balig, waras pikirannya, merdeka baik laki-laki maupun perempuanbdengan syarat sanggup dan kuasa melakukannya. Kesanggupan tersebut berlaku bagi yang bersangkutan atau wakilnya.
Adapun anak-anak yang masih berada di bawah umur belum wajib haji. Namun apabila ia mengerjakan juga maka pekerjaan tersebut ternasuk perbuatan yang baik. Demikian pula bagi budak belian, kewajiban menunaikan ibadah haji baru berlaku apabila ia sudah merdeka.
Rasulullah Saw bersabda:
Dari Ibnu Abbas, telah berkata Rasulullah Saw, “Hendaklah kamu bersegera mengerjakan haji, karena sesungguhnya seseorang tidak menyadari akan sesuatu halangan yang merintangi.” (Riwayat Ahmad).
Di dalam syarat-syarat wajib haji disebutkan :
•    Islam
•    Baligh (dewasa)
•    Aqil (berakal sehar)
•    Merdeka (bukan budak)
•    Istitha’ah (mampu)
15.    Mengapa wanita haid tidak boleh melakukan thowaf?
Ketika Aisyah r.a. telah mengenakan kain ihramnya, ia memperoleh haidnya. Nabi Saw menyuruhnya mandi, dan mengenakan iihram untuk haji. Pada saat Asma binti Umais melahirkan seorang bayi di Dzul-Hulaifah, Nabi Saw menyuruhnya mandi, menggunakan pembalut pembersih, dan mengenakan ihramnya.
Dari riwayat di atas kita dapat menarik pelajaran bahwa perempuan dalam keadaan haid dan nifas (darah yang keluar setelah melahirkan) harus mengenakan ihram setelah mandi terlebih dahulu pada saat mencapai miqot. Ia harur melakukan semuamaasik haji kecuali thawaf mengelilingi ka’bah. Perintah ini berasal dari Nabi Saw. langsung kepada Aisyah dan Asma binti Umais.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA

Daily Stories, Poem, Feeling, and You!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d blogger menyukai ini: