Cara Menghilangkan Sihir

 

MISTIK, SIHIR, DAN GANGGUAN JIN  
KUPAS FENOMENA,
CARA MEMBENTENGI DIRI DAN TERAPI SECARA ISLAMI*
Oleh:UstadzFadhlanAdhamHasyim,Lc  

 

Banyak sekali gangguan syailhan (jin kafir atau fasik) tcrhadap ariak Adam. Bisa dari luar jasad dan
bisa langsung merasuk ke dalam jasad. Sebagian jin mampu menampakkan diri, melakukan gangguan
dengan suara, aroma, gerakan yang menunjukkan adanya kekuatan pada suatu tempat, dan ada juga
gangguan fisik seperti sakit pada bagian tertentu atau mempengaruhi jiwa manusia.
  Memang, syaithan dan pengikutnya adalah musuh bagi kita ummat manusia, terlebih-lebih bagi
orang yang beriman. Namun mereka tidak tampak oleh kita, sedangkan mereka bisa selalu melihat kita
Senjata utama mereka adalah bisikan, rayuan, daya tank, sihir, kesombongan, tipu daya bagi manusia agar
mengikuti langkah-langkahnya dan agar ia jauh dari agama Allah.

 

  


 

FENOMENA MISTIK DI MASYARAKAT KITA  
     
Ada banyak orang menjaga diri dari godaan syaithan dengan mengikuti cara-cara musyrik tanpa
mereka     sadari,   mereka     mengandalkan      benda-benda      jimat   (tamimah)     sebagai     tumbal   (penjaga
keselamatan) dalam berbagai bentuk dan rupa seperti: gelang, cinciii, kalung, sabuk, potongan kayu,
potongan kulit binatang, taring babi, bawang jantan, miica (lada), bungkusan kemenyan, rokok cerutu,
batu akik, batu kali, kerang laut, tanah kuburan, potongan kain kafan, bolpen, korek api dan sebagainya
yang berasal dari dukun (kahin) ataupun diperoleh dari tempat-tempat yang dianggapnya keramat Ini
pada umumnya dipakai oleh orang-orang yang jauh dari agama. Ketika mereka merujuk ke dukun-
dukun    untuk    menyelesaikan    masalahnya,    ternyata   tidak     selesai.    Bahkan     ada     yang
sampaiharusmenebusjimat-jimat  itu dengan harga jutaan rupiah. Maka   berkat hidayah    dari Allah,
setelah mereka berkonsultasi kepada saya, mereka rela menyerahkan benda-benda tersebut kepada saya
dan langsung saya musnahkan dengan membakarnya. Kemudian mereka bertaubat kepada  
         

 

Allah ta’ala.


 

   
  Secara fisik sulit dibedakan antara orang yang terkena sakit medis dengan orang yangterkena  
serangan    sihir atau   gangguan    jin. Banyak   orang   yang terkena    penyakit    medis   tapi   dianggap    terkena
serangan sihir atau gangguan jin, tetapi sebaliknya banyak juga yang terkena serangan sihir atu gangguan
jin diterapi secara medis, tentu keduanya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Apalagi apabila
tenaga medis dan penerapi tidak tahu yang sebenarnya, maka penyakit bisa semakin parah. Sihir adalah
cara syaithan melakukan serangan terhadap manusia atas penntah tukang sihir dengan sarana tertentu,
misal: pandangan mata, benda-benda bekas, gerakan-gerakan, mantra-mantra, membayangkan apa
yang diinginkan terhadap orang yang dituju, sesaji, melakukan apa yang disyaratkan oleh syaithan dan
sebagainya.Orang yang terkena serangan sihir atau gangguan jin juga sulit untuk dibedakan, tetapi
melalui proses terapi secara Islami biasanya akan ketahuan. Pada umumnya jin-jin sihir lebih banyak dan
lebih kuat dibandingkan     jin yang sekedar    mengganggu     manusia,    maka terapinya    lebih lama dan
dibutuhkan keseriusan penerapi dan keluarga pasien yang mendukungnya.
      Macam-macam sihir:
  1. Sihir perasaan/kejiwaan.
2. Sihir kekuatan ghaib.
3. Sihir pandangan mata/sulap.
4. Sihir gangguan pada organ tubuh.
5. Sihir penyakit
6. Sihir permusuhan dan perceraian.
7. Sihir ramalan nasib atau keadaan seseorang/benda.
GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN YANG PERNAH DITERAPI:
  a. Saat seseorang sedang jaga atau tidak tidur:
1. Badan terasa lemah, malas, berat untuk bergerak tanpa sebab tertentu.
2.  Sakit kepala atau bagian tertentu tanpa sebab
3.  Ada bagian tubuh bergerak sendiri atau bergetar tanpa sebab.
4.  Tersenyum sendiri atau bicara sendiri tanpa sebab.
5.  Merasa kantuk ketika membaca Al Qur’an, sholat, atau mendengarkan kebenaran.
6.  Bersemangat untuk melakukan hal-hal yang maksiyat atau tidak berguna.
7.  Munculnya kedutan di bagian anggota tertentu.
8.  Munculnya emosi yang sulit dikendalikan.
9.  Munculnya rasa benci atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang shaleh.

 

 

  10.Berat untuk melakukan kebaikan dan ketaatan.
11.Banyak menghayal dan melamun.
12.Banyak lalai dari peringafcin Allah.
13.Makan banyak tidak merasa kenyang.
14.Tidak makan lama tetapi fisik kuat sekali.
15.Munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia.
16.Terjadi kesurupan.
17.Melakukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari.
18.Sering melihat jin atau punya kepekaan di tangan ketika ada jin di sekitarnya.
19. Muncuhiya    was-was,   ragu-ragu    saat   bersuci,   sholat   atau   membaca    doa   sehingga    lama   sekali
selesainya.
20.Sering kentut, buang air ketika mengikuti sholat berjamaah.
21. Ada getaran, sernutan, atau rasa  panas, dingin, berdebai; sesak nafas ketika membaca Al
Qur’an atau saat berdzikir dengan khusyu.
b. Saat tidur :
1.  Sulit untuk tidur tanpa sebab, Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus.
2.  Sering tindihan bukan karena darah rendah.
3. Mengigau saat tidur dengan kata-kata kotor atau tidak jelas maknanya, Melakukan gerakan aneh
saat tidur dan Melakukan gerakan mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu.
4.  Bermimpi buruk, seperti: melihat binatang atau makhluk aneh, mau jatuh, berada di tempat yang
menyeramkan atau menjijikkan, dikejar-kejar musuh, berbuat maksiyat dsb.
5.  Mimpi yang bersambung,  atau berulang dan sama, padahal tidurnya sudah terputus dengan
  bangun atau menjalankan aktiiitas lain.
9. Mimpi ditemui jin yang mengaku dirinya sebagai arwah orang tertentu.
  10.Dipindahkan ke tempat lain saat tidur, tanpa berjalan sendiri. Dan diganggu dengan cekikan di
leher, digelikitik, ditendang, dan sebagainya

 

FENOMENA SIHIR DAN GANGGUAN JIN


 

 

    PENGARUH RUQYAH DAN DO’A:
Ruqyah (jarnpi atau mantra) dalam pandangan syari’at ada 2 macam:
  Pertama, Ruqyah Syar’iyyah (yang dibolehkan oleh syari’at) dengan 3 syarat, yaitu: Dengan ayat Al
  Qur’an atau Hadits Shahih, tanpa mengubah susunan kalimatnya, dengan bahasa Arab yang fasih, dibaca
  dengan jelas, sehingga tidak berubah dari maknanya yang asli.  Sebab mengubah susunan kalimat Al
  Qur’an adalah perbuatan kufur.
  Ruqyah bisa dibacakan oleh setiap orang yang shaleh, tidak harus orang tertentu yang  
membacakannya, sehingga tidak mengkultuskan orang yang bisa meruqyah. Lebih baik meruqyah diri
sendiri, sehingga akan memperkuat keyakinannya terhadap kebenaran ayat Allah.
Kita meyakim bahwa ruqyah hanyalah sarana mendekatkan dfri kepada Allah, ia tidak memiliki
pengaruh dengan sendirinya kecuali dengan izin Allah.
Kedua, Ruqyah Syirkiyyah yaitu ruqyah yang bertentangan dengan syari’at. Misahiya ayat
Al Qur’an dibaca dari huruf terakhir, atau mantra-mantra dengan mengagungkan nama-nama syaithan,
atau jampi-jampi buatan seseorang dengan bahasa tertentu, atau dengan bahasa yang tidak jelas. Ada
orang yang meyakini bahwa mantra yang dibaca itu adalah mantra sakti yang diperoleh dengan syarat-
syarat khusus, dan tidak boleh diajarkan kepada sembarang orang. Inilah mantra syirik yang dibaca hanya
untuk mendatangkan bantuan syaithan dan menjauhkan diri dari Allah.
  Ketika kita melakukan Ruqyah dan Do’a dengan ikhlash dan benar, maka hal itu sebagai terapi
bagi orang yang terkena gangguan syaithan, dan sebagai perlindungan terhadap dirinya dari godaan
syaithan dengan    kalimat-kalimat      Allali.   Sedangkan    Ruqyah    dan   Do’   a bagi   orang   yang   bebas   dari
gangguan syaithan, maka hal itu sebagai sarana penguat imannya dan refreshing bagi rohaninya.

 

  KEISTIMEWAAN RUQYAH SYAR’IYYAH:
1. Melakukan Ruqyah Syar’iyyah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang saat ini tengah
mati atau hampir tidak dikenal.
2. Ketika kita melakukan  Ruqyah dan Do’ a dengan ikhlash dan benar, maka hal itu sebagai terapi bagi
orang yang terkena gangguan syaithan, dan sebagai   perlindungan terhadap dirinya dari
gangguan syaithan-syaithan jin dan manusia dengan kalimat-kalimat Allah. Sekaligus sebagai senjata
yang ampuh untuk melawan mereka.
3. Ruqyah Syar’iyyah adalah pembacaan ayat dan doa, maka ini adalah ibadah yang besar sekali
keutamaannya     di sisi Allah,   besar   pahalanya,    lebih   cepat   terkabulkannya,     meskipun    tidak   harus
seketika.Sesuai dengan kesiapan penerapi dan yang diterapi.
4. Ruqyah Syar’iyyah adalah bukti  pengaduan seorang hamba yang hina dan lemah kepada Al Khaliq
Yang Maha Agung dan Perkasa, dan inilah hakekat makna pengabdian dirinya kepada Allah.
5. Ruqyah Syar’iyyah bagi orang yang terbebas dari gangguan syaithan, maka hal itu sebagai sarana
penguat benteng keimanannya dan refreshing bagi rohaninya. Sebagaimana Rasulullah

 

Ruqyah dan Do ‘a untuk tujuan terapi terhadap pasien yang terkena serangan sihir atau gangguan jin
dibutuhkan persiapan-persiapan sebagai berikul:

 

TERAPI SERANGAN SIHIR DAN GANGGUAN JIN


PERSIAPAN SEBELUM RUQYAH:


1.    Bertaubat kepada Allah dari segala dosa, terutama:


 

dosa bid’ ah : melakukan ibadah yang tidak ada ajarannya dalam Islam, atau emninggalkan kewajiban
Islam dengan sengaja.
dosa khurafat : mempercayai ramalan nasib, mempercayai adanya ruh orang mati yang gentayangan,
menghubung-hubungkan peristiwa di alam dengan nasib, dan sebagainya.
dosa  nafsu   yang kotor: kemaksiatan kemaluan, dosa lisan, nafsu kekuasaan, gandrung kepada
keduniaan,   merampas   hak-hak orang lain, kebiasaan berhura-hura, menghambur-hamburkan harta,
menyia-nyiakan waktu, menterlantarkan hak orang lain, dan sebagainya

 

 


 

 

“Anda telah berbuat baik, terima kasih banyak kepadamu. Semoga Allah membalasmu dengan yang lebih
baik.”
Untuk melakukan terapi dengan Ruqyah sendiri, cukup mendengarkan kaset ini di waktu pagi dan
di waktu petang, atau pkda saat terjadi gangguan. Sedangkan untuk penjagaan diri, bisa didengarkan saat
menjelang tidur malam.

 

 


 

  Kemudian ajaklah ia masuk Islam, dan perintahkan ia untuk keluar demi taat kepada Allah.
Jin keluar dengan ditandai hilangnya reaksi dan gangguan yang selama ini muncul, kalau masih ada, lakukan
berulang- kali sampai terapi selesai. Anda jangan merasa bangga  saat berhasil, karena hakekat proses keluarnya
jin itu adalah  karena  kekuasaan  Allah, sedangkan  kita hanya   memohon  perlindungan   kepada-Nya     dengan
Kalamullah dan do’a.  
 
Peringatan!
Jangan sekali-kali percaya terhadap omongan jin, dan jangan bcrtanya kepadanya hal-hal yang ghaib,
karena di sirulah pinru khurafat dan kemusyrikan.

 

 

 
  1. Tegakkanlah sholat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
2. Setelah shalat shubuh dan maghrib membaca:
 

 

Apabila ia jin Nashrani, maka bacakan:


CARA MEMBENTENGI DIRI SECARA ISLAMY:


Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kekuasaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (100 kali)


 

Berbaringlah miring ke kanan, lalu bacalah do’a :


 

  Ustadz Fadhlan Adham  Hasyim,Lc
   

 

 

Iklan

Cara Menolak Sihir

  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” Mu’awiyah berkata; “Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir.” Dan telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi] telah mengabarkan kepada kami [Yahya] yakni Ibnu Hassan, Telah menceritakan kepada kami [Mu’awiyah] dengan isnad ini, hanya saja ia mentatakan; “Wa Ka`annahumaa fii Kilaihimaa.” dan ia tidak menyebutkan ungkapan Mu’awiyah, “Telah sampai (khabar) padaku.”

Sejarah Penulisan Al-Qur an bag 2

7   Dengan cara tersebut di atas, diperolehlah suatu teks di mana urutan Surat-surat mencerminkan urutan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika membaca Qur-a:n di bulan Ramadlan di muka malaikat Jibril seperti yang telah diterangkan di atas.   Kita dapat bertanya-tanya tentang motif yang mendorong 3 Khalifah pertama, khususnya Uthman untuk mengadakan koleksi dan pembukuan teks. Motif tersebut adalah sederhana; tersiarnya Islam adalah sangat cepat pada beberapa dasawarsa yang pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad. Tersiarnya Islam tersebut terjadi di daerah-daerah yang penduduknya tidak berbahasa Arab. Oleh karena itu perlu adanya tindakan-tindakan pengamanan untuk memelihara tersiarnya teks Qur-an dalam kemurnian aslinya. Pembukuan Uthman adalah untuk memenuhi hasrat ini.   Uthman mengirimkan naskah-naskah teks pembukuannya ke pusat-pusat Emperium Islam, dan oleh karena itu maka menurut Professor Hamidullah , pada waktu ini terdapat naskah Qur-an (mushaf) Uthman di Tasykent Lagi

Sejarah Penyusunan Al-Qur an

  KEASLIAN QUR-AN   SEJARAH PENYUSUNANNYA

Keaslian yang tak dapat disangsikan lagi telah memberi kepada Qur-an suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab Suci, kedudukan itu khusus bagi Qur-an, dan tidak dibarengi oleh Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Dalam dua bagian pertama daripada buku ini kita telah menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam Perjanjian Lama dan empat Injil, sebelum Bibel dapat kita baca dalam keadaannya sekarang. Qur-an tidak begitu halnya, oleh karena Qur-an telah ditetapkan pada zaman Nabi Muhammad, dan kita akan lihat bagaimana caranya Qur-an itu ditetapkan   Perbedaan-perbedaan yang memisahkan wahyu terakhir daripada kedua wahyu sebelumnya, pada pokoknya tidak terletak dalam “waktu turunnya” seperti yang sering ditekankan oleh beberapa pengarang yang tidak memperhatikan hal-hal yang terjadi sebelum kitab suci Yahudi Kristen dibukukan, dan hal-hal yang terjadi sebelum pembukuan Qur-an, mereka juga tidak memperhatikan bagaimana Qur-an itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Lagi

Nabi Muhammad SAW

 Beliau adalah manusia seperti manusia yang lain dalam naluri, fungsi fisik, dan kebutuhannya, tetapi bukan dalam sifat-sifat dan keagungannya, karena beliau mendapat bimbingan Tuhan dan kedudukan istimewa di sisi-Nya, sedang yang lain tidak demikian. Seperti halnya permata adalah jenis batu yang sama jenisnya dengan batu yang di jalan, tetapi ia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh batu-batu lain. Dalam bahasa tafsir Al-Quran, “Yang sama dengan manusia lain adalah basyariyah bukan pada insaniyah.” Perhatikan bunyi firman tadi: basyarun mitslukum bukan insan mitslukum. Lagi

Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW

BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY

Muhammad Husain Haekal Malam gelap gelita tatkala mereka memikirkan akan meninggalkan kota itu dan di mana pula akan tinggal. Malam itulah Abd’l-Muttalib pergi dengan beberapa orang Quraisy, berkumpul sekeliling pintu Ka’bah. Dia bermohon, mereka pun bermohon minta bantuan berhala-berhala terhadap agresor yang akan menghancurkan Baitullah itu. Ketika mereka sudah pergi dan seluruh Mekah sunyi dan tiba waktunya bagi Abraha mengerahkan pasukannya menghancurkan Ka’bah dan sesudah itu akan kembali ke Yaman, ketika itu pula wabah cacar datang berkecamuk menimpa pasukan Abraha dan membinasakan mereka. Serangan ini hebat sekali, belum pernah dialami sebelumnya. Barangkali kuman-kuman wabah itu yang datang dibawa angin dari jurusan laut, dan. menular menimpa Abraha sendiri Lagi

Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW

BAGIAN KEDUA: MEKAH, KA’BAH DAN QURAISY (3/4) Muhammad Husain Haekal Seperti ayahnya, Abd’d-Dar juga telah memegang pimpinan Ka’bah dan kemudian diteruskan oleh anak-anaknya. Akan tetapi anak-anak Abd Manaf sebenarnya mempunyai kedudukan yang lebih baik dan terpandang juga di kalangan masyarakatnya. Oleh karena itu, anak-anak Abd Manaf, yaitu Hasyim, Abd Syams, Muttalib dan Naufal sepakat akan mengambil pimpinan yang ada di tangan sepupu-sepupu mereka itu. Tetapi pihak Quraisy berselisih pendapat: yang satu membela satu golongan yang lain membela golongan yang lain lagi. Keluarga Abd Manaf mengadakan Perjanjian Mutayyabun dengan memasukkan tangan mereka ke dalam tib, (yaitu bahan wangi-wangian) yang dibawa ke dalam Ka’bah. Mereka bersumpah takkan melanggar janji. Demikian juga pihak Keluarga Abd,d-Dar mengadakan pula Perjanjian Ahlaf: Antara kedua golongan itu hampir saja pecah perang yang akan memusnakan Quraisy, kalau tidak cepat-cepat diadakan perdamaian. Keluarga Abd Manaf diberi bagian mengurus persoalan air dan makanan, sedangkan kunci, panji dan pimpinan rapat di tangan Keluarga Abd’d-Dar. Kedua belah pihak setuju, dan keadaan itu berjalan tetap demikian, sampai pada waktu datangnya Islam. Lagi

Previous Older Entries

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA'S BLOG

Menikmati Hari-Hari dengan Tulisan

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.