Bahasa dan Berbahasa

Bahasa adalah alat verbalyang digunakan untuk berkomunikasi. Berbahasa adalah proses penyampaian informasi dalam berkomunikasi.  Dalam linguistic bahasa sebagai objek kajiannya, sedangkan berbahasa adalah objek kajian ilmu psikologi.

  1. Hakikat bahasa

Para pakar linguistik mendefenisikan bahasaadalah “satu system lambing bunyi  yang bersifat arbiter” kemudian defenisi tersebut ditambah dengan “yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasikan diri” (chaer, 1994).

  1. Asal usul bahasa

F.B condillac seorang filusuf bangsa perancis berpendapat bahwa bahasa itu berasal dari teriakan-teriakan dan gerak-gerik badan yang bersifat naluri yang dibangkitkan oleh perasaan atau emosi yang kuat. Kemudian teriakan-teriakan ini berubah menjadi binyi-bunyi yang bermakna dan yang lama-kelamaan semakin panjang dan rumit.

            Brooks (1975) bahasa itu lahir pada waktu yang sama dengan kelahiran manusia.

  1. Fungsi-fungsi bahasa

Beberapa fungsi bahasa yang disebutkan oleh chaer sebagai berikut:

  1. Fungsi informasi adalah fungsi untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.
  2. Fungsi eksplorasi adalah penggunaan bahasa untuk menjelaskan suatu hal, perkara dan keadaan.
  3. Fungsi persuasi adalah penggunaan bahasa yang bersifat mempengaruhi atau mengajak orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu secara baik-baik.
  4. Fungsi entertaimen adalah penggunaan bahasa dengan maksud menghibur, menyenangkan perasaan batin seseorang.
  5. Struktur bahasa

Menurut linguistik generative transformasi setiap kalimat yang kita ucapkan mempunyai struktur, dan struktur dalam bahasa ada dua macam yaitu struktur dalam dan struktur luar.

  1. Struktur dalam adalah struktur kalimat itu secara abstrak yang berada didalam otak penutur sebelum kalimat diucapkan.
  2. Struktur luar adalah struktur kalimat itu ketika diucapkan yang dapat kita dengar, dan bersifat konkret.
  3. Komponen-komponen tata bahasa

            Setiap bahasa menurut linguistic generative transformasi, dibangun oleh tiga komponen yaitu komponen sintaks, komponen semantic, dan komponen fonologi.

  1. Komponen sintaksis adalah urutan dan organisasi kata (leksikon) yang membentuk frase atau kalimat dalam suatu bahasa menurut aturan atau rumus dalam bahasa itu.
  2. Komponen semantik adalah pemahaman akan kata-kata yang di ucapkan.
  3. Komponen fonologi adalah system bunyi suatu bahasa.
  4. Proses berbahasa

            Berbahasa merupakan salah satu perilaku dari kemampuan manusia, sama dengan kemampuan dan perilaku untuk berfikir, bercakap-cakap, bersuara ataupun bersiul. Bebahasa merupakan kegiatan dan proses memahami dan menggunakan isyarat komunikasi yang disebut bahasa.

            Berbahasa merupakan gabungan dari dua proses yaitu proses produktif dan proses reseptif. Proses produktif berlangsung pada diri sang pembicara yang menghasilkan kode-kode bahasa yang bermakna dan berguna. Sedangkan proses reseptif berlanglung pada diri pendengaryang menerima kode-kode bahasa yang bermakna.

            Proses rancangan bahasa produktif dimulai dengan enkode semantik yakni proses penyusunan konsep, ide, atau pengertian. Kemudian dilanjutkan dengan proses decode dramatikal yakni pemahaman bunyi itu sebagai satuan gramatikal. Selanjutnya diteruskan enkode fonologi yakni penyusunan unsure bunyi dari kode itu. Proses enkode ini terjadi pada otak pembicara.

            Proses decode dimulai dengan decode fonologi yakni penerimaan unsure-unsur bunyi melalui telinga pendengar. Kemudian dilanjutkan dengan proses decode gramatikal yakni pemahaman bunyi itu sebagai satuan gramatikal. Lalu diakhiri dengan decode semantic yakni pemahaman akan konsep-konsep atau ide-ide yang dibawa oleh kode-kode tersebut. Proses decode ini terjadi pada otak pendengar.

            Dari proses enkode dan decode ini terjadilah proses transmisi, proses transmisi adalah proses pemindahan atau pengiriman kode-kode yang terdiri atas ujaran manusia yang disebut bahasa. Proses ini terjadi antara mulut pembicara sampai ke telinga pendengar. Proses enkode dan decode ini terangkum dalam proses komunikasi.

Berikut skema proses enkode dan decode antara pembicara dan pendengar.

BAB II

HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN PIKIRAN

Ada beberapa tokoh linguistik yang kontroversi tentang bahasa dan pikiran, lebih dulu manakah antara bahasa dan pikiran. Ada beberapa teori para tokoh lingustik, kami akan menjelaskannya sebagai berikut:

  1. 1.      Teori Wilhelm Von Hombolt

Wilhelm Von Hombolt (linguis jerman abad ke-19) menekankan adanya ketergantungan pemikiran manusia pada bahasa. Menurut dia pandangan hidupdan budaya suatu masyarakat ditentukan oleh bahasa masyarakat itu sendiri. Menurut wihelm von hombolt anggota-anggota masyarakat tidak dapat menyimpang dari garis-garis yang telah ditentukan oleh bahasanya, jikasalah seorang anggota masyarakat ingin mengubah pandangan hidupnya maka dia harus mempelajari dulu satu bahasa lain. Maka dengan demikian dia akan menganut cara pikir dan budaya masyarakat bahasa lain, karena dengan mengerti bahasa lain masyarakat tersebut dapat mengerti cara piker dan budaya pada masyarakat lain.

  1. 2.      Teori Sapir- Whorf

Edward Sapir (1884-1939) seorang linguis amerika dia berpendapat bahwa manusia hidup di dunia ini di bawah naungan belas kasih bahasanya yang menjadi alat pengantar dalam kehidupannya ber masyarakat.

Benjamin Lee Whorf (1897- 1941) seorang murid Sapir, dia menolak  pandangan klasik. Whorf berpendapat bahwa bahasa menentukan pikiran seseorang, sampai kadang-kadang bisa membahayahkan dirinya sendiri. Menurut Whorf system suatu bahasa bukan hanya merupakan alat untuk menyuarakan ide-ide, tetapi juga merupakan pembentuk ide-ide itu.

Menurut Sapir danWhorf hidup dan pandangan hidup bangsa-bangsa Asia tenggara (Indonesia, Malaisya, Filiphina, dan lain-lain) adalah sama karena bahasa mereka mempunyai struktur yang sama. Sedangkan hidup dan pandangan hidup bangsa lain seperti Cina, Jepang, Amerika, Eropa, Afrika, dan lain-lain, adalah berlainan karena struktur bahasa mereka berlainan.

  1. 3.      Teori Jean Piaget

Pieget seorang linguis perancis, berpendapat berbeda dengan Sapir-Whorf. Menurutnya pikiranlah yang membentuk bahasa. Tanpa pikiran bahasa tidak aka nada. Pikiranlah yang menentukan aspek-aspek sintaksis dan leksikon bahasa, bukan sebaliknya.

Pieget mengembangkan teori pertumbuhan kognisi. Menurut teori itu, seorang anak mempelajari sesuatu mengenai dunia melalui tindakan-tindakan dari perilaku dan kemudia baru mereka memamahami sesuatu dengan bahasa.

  1. 4.      Teori L.S. Vygotsky

Vygotsky seorang linguis rusia, berpendapat adanya satu tahap perkembangan bahasa sebelum adanya pikiran, dan adanya satu tahap pemikiran sebelum bahasa. Kemudian, kedua garis perkembangan itu saling bertemu, maka terjadilah secara serentak pikiran berbahasa dan bahasa berpikir. Dengan kata lain, pikiran dan bahasa pada awalnya berkembang secara terpisah, dan tidak saling mempengaruhi. Kemudia, pada tahap selanjutnya keduanya bertemu dan bekerja sama, serta saling mempengaruhi.

  1. 5.      Teori Noam Chomsky

Mengenai hubungan bahasa dan pikiran Chomsky memakai teori klasik yang disebut dengan Hipotesis Nurani. Hipotesis nurani mengatakan bahwa struktur bahasa-dalam adalah nurani.artinya rumus-rumus dibawa mulai sejaklahir. Pada waktu seorang kanak-kanak memulai mempelajari bahasa ibu, dia telah dilengkapi sejak lahir dengan satu peralatan konsepdengan struktur bahasa dalam yang bersifat universal. Peralatan konsep ini tidak ada hubungannya dengan belajar atau pembelajaran, dan tidak ada hubungannya pula dengan apa yang disebut kecerdasan. Bahasa dan pikiran adalah dua hal yang berbeda yang mempunyai otonom masing-masing. Seorang anak dungu pun bisa lancer berbahasa hamper pada jangka waktu yang sama dengan seorang anak yang normal.

  1. 6.       Toeri Eric Lenneberg

Berkenanan dengan masalah hubungan bahasa dan pemikiran. Eric Lenneberg mengajukan teoriyang disebut teori kemampuan bahasa khusus (Lenneberg, 1964). Menurut Lenneberg banyak bukti yang menunjukkan bahwa manusia menerima warisan biologi asli berupa kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang khusus untuk manusia dan yang tidak ada hubungannya dengan kecerdasan dan pemikiran. Anak-anak menurut Lenneberg telah mempunyai biologi untuk berbahasa pada waktu mereka masih berada pada tingkat kemampuan berpikir yang rendah dan kemampuan bercakap dan memahami kalimat mempunyai korelasi yang rendah dengan IQ manusia.

Menurut Lenneberg mengatakan bahwa bahasa-bahasa berkembang dengan cara yang sama pada anak-anak yang cacat mental dan anak-anak yang normal.

  1. 7.      Teori Bruner

Berkenan dengan masalah hubungan bahasa dan pikiran bruner memperkenalkan teori instrumentalisme. Menutur teori ini bahasa adalah alat pada manusia untuk mengembangkan dan menyempurnakan pemikirannya. Dengan kata lain bahasa dapat membantu pemikiran manusia supaya dapat berpikir lebih sistematis. Bruner berpendapat bahwa bahasa dan pikiran berkembang dari sumber yang sama. Oleh karena itu, keduanya mempunyai bentuk yang sangat serupa, maka keduanya dapat saling membantu.selanjutnya bahasa dan pikiran akan menjadi alat untuk melakukan sesuatu.

            Dari beberapa teori diatas teori Sapir-Whorf lah yang paling controversial, teori mereka menimbulkan banyak reaksi dan kritik para ahli filsafat, linguistic, psikologi, psiko linguistic, sosiologi, antropologi, dan lain-lain.

BAB III

PEMEROLEHAN BAHASA

Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlangsung dalam otak anak-anak etika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Ada dua proses ketika seorang anak-anak sedang memperoleh bahasa pertamanya, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Kedua proses ini merupakan dua proses yang berlainan. Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Yang kedua adalah proses performansi, yaitu pelaksanaan tatabahasa, dan kemampuan menerbitkan kalimat-kalimat baru.

Dalam linguistik pemerolehan bahasa ada tiga macam yaitu proses pemerolehan sinteksis, pemerolehan semantik, pemerolehan fonologi. Ketiga proses pemerolehan ini tidak diperoleh secara masing-masing melainkan diperoleh secara bersamaan.

Beberapa hipotesis linguis yang berhubungan dengan pemerolehan bahasa

  1. a.      Hipotesis Nurani

Hipotesis nurani adalah sebuah hipotesisyang membuktikan bahwa manusia manusia lahir dilengkapi oleh suatu alat yang memungkinkan dapat berbahasa dengan mudah dan cepat. Setiap bahasawan tentu mampu memahami dan membuat kalimat-kalimat dalam bahsanya karena dia telah “menuranikan” atau “menyimpan dalam nuraninya” akan tata bahasanya itu menjadi kompetensi (kecakapan) bahasanya, mereka juga menguasai kemampuan perormansi (pelaksanaan) bahasa itu.

Hipotesis nurani lahir dari beberapa pengamatan yang dilakukan para pakar terhadap pemerolehan bahasa kanak-kanak, diantara hasil pengamatan adalah sebagai berikut:

  1. Semua kanak-kanak yang normal akan memperoleh bahasa ibunya asalsaja “diperkenalkan” pada bahasa ibunya itu. Maksudnya kana-kanak tidak diasingkan dari kehidupan ibunya (keluarganya).
  2. Pemerolehan bahasa tidak ada hubungannya dengan kecerdasan kanak-kanak.
  3. Kalimat yang didengar kanak-kanak seringkali tidak gramatikal, tidak lengkap, dan jumlahnya sedikit.
  4. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada makhluk lain selain manusia, hanya manusia yang dapat berbahasa.
  5. Proses pemerolehan bahasa oleh kanak-kanak di mana pun sesuai dengan jadwal yang erat kaitannya dengan prose pematangan jiwa kanak-kanak.
  6. Struktur bahasa sangat rumit, kompleks dan bersifat universal. Namun dapat dikuasai kanak-kanak dalam waktu yang relative singkat, yaitu dalam waktu antara tiga tahun dan empat tahun saja.
  7. b.      Hipotesis Tabularasa

Tabularasa secara harfiah artinya adalah kertas kosong. Dalam artian belum diisi apa-apa. Hipotesis tabularasa ini menyatakan bahwa otak bayi waktu dilahirkan sama seperti kertas kosong, yang nanti akan ditulis dan diisi dengan pengalaman-pengalaman. Menurut hipotesis ini, semua pengetahuan dalam bahasa manusia yang tampak dalam perilaku berbahasa adalah merupakan hasil dari integrasi peristriwa-peristiwa linguistic yang dialami dan diamati oleh manusia itu.

  1. c.       Hipotesis Kesemestaan Kognitif

Menurut teori yang didasarkan pada kesemestaan kognitif, bahasa diperoleh berdasarkan struktur-struktur kognitif deriamotor. Struktu-struktur ini diperoleh kanak-kanak melalui interaksi dengan benda-benda atau orang-orang disekitarnya. Urutan pemerolehan ini secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Pada usia 0 sampai 1,5 tahun kanak-kanak mengembangkan pola-pola aksinya dengan cara beraksi terhadap alam sekitarnya.
  2. Setelah syruktur aksi dinuranikan, maka anak-anak memasuki tahap representasi kecerdasan, yang terjadi diantara usia 2 sampai 7 tahun. Pada tahap ini kanak-kanak mampumembentuk representasi simbolik benda-benda. Seperti permainan simbolik, peniruan, bayangan mental, gambar-gambar, dll.
  3. Setelah tahap representasi kecerdasan, dengan representasi simboliknya. Berakhir, maka bahasa kanak-kanak semakin berkembang, dan dengan mendapat nilai-nilai sosialnya. Struktur linguistic mulai dibentuk berdasarkan bentuk-bentuk kognitif umum yang telah dibentuk ketika berusia kurang lebih dua tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA

Daily Stories, Poem, Feeling, and You!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d blogger menyukai ini: