Supernaturalisme

Aliran sebagai pokok pandangan hidup, berangkat dari paham yang dikemukakan para filosof dalam menghadapi kehidupan alam semesta ini. Tafsiran yang mula-mula diberikan oleh manusia terhadap alam ini ada dua macam, yaitu supernatural dan natural. Penganut paham-paham tersebut dinamakan supernaturalisme dan naturalisme.

Yuyun Sunasumantri (1997: 64) mengartikan supernaturalisme merupakan pandangan yang  mengatakan bahwa di dalam alam ini terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib yang bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dari pada alam nyata wujud-wujud ini yang mengatur kehidupan alam sehingga menjadi alam yang ditempati sekarang ini. Kepercayaan animisme merupakan kepercayaan yang berpangkal pada paham supernaturalisme ini, di mana manusia percaya terhadap adanya roh-roh yang bersifat ghaib yang berada pada benda-benda di lingkungan mereka sekitarnya seperti batu, air terjun, dan pohon-pohon besar, serta mempunyai kekuatan untuk mengatur kehidupan di alam ini (dinamisme). Kepercayaan animisme dan dinamisme merupakan kepercayaan yang paling tua usianya dalam sejarah perkembangan kebudayaan manusia yang berpangkal pada paham supernaturalisme dan masih dianut oleh beberapa masyarakat di muka bumi ini.

Sebagai lawan dari paham supernatural adalah naturalisme yang menolak paham supernatural. Paham ini mengemukakan bahwa gejala-gejala alam yang terlihat ini terjadi karena kekuatan yang terdapat di dalam alam itu sendiri yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat diketahui. Paham ini juga mengemukakan bahwa dunia sama sekali bergantung pada materi, kebendaan, dan gerak. Kenyataan pokok dalam kehidupan dan akhir kehidupan adalah materi, atau kebendaan.

B. Sejarah Munculnya Aliran Supernaturalisme

Keberadaan aliran supernaturalisme juga di kaitkan dengan ilmu metafisika, yang memiliki tafsiran mengenai beberapa tafsiran metafisika dalam menafsirkan hal ini, manusia mempunyai beberapa pendapat mengenai tafsiran metafisika. Tafsiran yang pertama yang dikemukakan oleh manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat hal-hal gaib (supernatural) dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Pemikiran seperti ini disebut pemikiran supernaturalisme. Dari sini lahir tafsiran-tafsiran cabang misalnya animisme.  Keberadaan aliran animisme ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia. Sebelumnya akan dijelaskan sekilas mengenai hal itu. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Hindu dan Budha telah hadir lebih awal dalam peradaban nusantara. Masyarakat kita telah mengenal kedua agama budaya dari pada agama Islam. Namun, sebelumnya ada periode khusus yang berbeda dengan zaman Hindu-Budha. Masa itu adalah masa pra-sejarah. Zaman ini disebut sebagai zaman yang belum mengenal tulisan. Pada saat itu, masyarakat sekitar hanya menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. Di zaman itulah, masyarakat belum mengenal agama. Mereka belum mengerti tentang baik dan buruk. Mereka juga belum mengerti tentang aturan hidup karena tidak ada kitab suci atau undang-undang yang menuntun kehidupan mereka. Tidak ada yang istimewa pada zaman ini kecuali kepercayaan primitifnya. Selain paham di atas, ada juga paham yang disebut paham naturalisme. paham ini amat bertentangan dengan paham supernaturalisme. Paham naturalisme menganggap bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh hal-hal yang bersifat gaib, melainkan karena kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri,yang dapat dipelajari dan dapat diketahui. Orang-orang yang menganut paham naturalisme ini beranggapan seperti itu karena standar kebenaran yang mereka gunakan hanyalah logika akal semata, sehingga mereka mereka menolak keberadaan hal-hal yang bersifat gaib itu. Aliran naturalisme merupakan bagian realisme yang cenderung mengungkapkan realitas.

Jadi, awal munculnya supernaturalisme terjadi akibat kepercayaan manusia terhadap alam bahwa terhadap hal-hal gaib yang lebih kuasa dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. karena adanya kekuasaan yang lebih tinggi itu roh-roh tersebut mempunyai kekuatan yang dasyat dan mempunyai kehendak, sehingga kalau marah bisa membahayakan manusia dan kalu gembira bisa menguntungkan manusia. Maka aliran supernaturalisme itu muncul dikalangan mereka.

C. Sastra Dalam Aliran Supernaturalisme

Adapun sastra dalam aliran supernaturalisme, sebagaimana sastra yang terjadi pada masyarakat melayu purba. Dalam masyarakat Melayu Purba, kesusastraan bergenre puisi yang terawal mungkin pantun, teka-teki, talibun dan mantera. Genre-genre ini dianggap sebagai bentuk yang sedikit sekali memperoleh pengaruh campur tangan asing (Harun Mat Piah dalam Mohamed, 2000:44). Mungkin bentuk puisi yang paling tua adalah mantera, yang meliputi bermacam-macam subgenre seperti jampi, sembur, seru, serapah, pengasih, dan sebagainya. Hal ini bisa berkaitan dengan kepercayaan animisme orang Melayu Purba  (Harun Daud, 2007:4-9). Rasa takut dan segan terhadap roh-roh gaib membuat orang Melayu Purba merasa harus mengucapkan sesuatu, yang kemudian diberi nama mantera, agar terhindar dari murka dan gangguan roh-roh tersebut. Dalam evolusinya, mantera tidak hanya berkaitan dengan dunia supranatural, tetapi dapat juga dapat berkaitan dengan manusia, sebagaimana tampak dalam mantera yang ditujukan untuk mempengaruhi orang lain dalam hal cinta dan perdagangan.

Contoh sastra supernaturalisme:

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

supernaturalisme merupakan pandangan yang  mengatakan bahwa di dalam alam ini terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib yang bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dari pada alam nyata wujud-wujud ini yang mengatur kehidupan alam sehingga menjadi alam yang ditempati sekarang ini

Adapun awal munculnya supernaturalisme terjadi akibat kepercayaan manusia terhadap alam bahwa terhadap hal-hal gaib yang lebih kuasa dan hal-hal tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. karena adanya kekuasaan yang lebih tinggi itu roh-roh tersebut mempunyai kekuatan yang dasyat dan mempunyai kehendak, sehingga kalau marah bisa membahayakan manusia dan kalu gembira bisa menguntungkan manusia. Maka aliran supernaturalisme itu muncul dikalangan mereka.

Adapun sastra dalam aliran supernaturalisme, sebagaimana sastra yang terjadi pada masyarakat melayu purba. Dalam masyarakat Melayu Purba, kesusastraan bergenre puisi yang terawal mungkin pantun, teka-teki, talibun dan mantera.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Haron Daud, 2007. Mantera Melayu analisis pemikiran. Pulau Pinang: Penerbit Universiti Sains Malaisiya.

Kamil, sukron.2009. Teori Kritik Sastra Arab Klasik dan Modern. Jakarta: Rajawali Pers.

http://id.wikipedia.org/wiki/supernatural

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA

Daily Stories, Poem, Feeling, and You!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d blogger menyukai ini: