Determinisme

ALIRAN DETERMINISME

Diajukan

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“TARIKH ADAB”

DOSEN PENGAMPU:

FATHIN MASYHUD, LC. MHI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH:

Moch. Agus Setiawan             A01209037

Moh. Maftukh                        A01209038

Islachul Khoir                         A01209040

Bey Arifin                               A01209043

BAHASA DAN SASTRA ARAB

FAKULTAS ADAB

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

SURABAYA

2012

 

PENDAHULUAN

 

Determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Faktor-faktor itu berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh keturunan, pengaruh kultural, dan lain sebagainya.

Aliran ini berpendapat bahwa apabila manusia mempu mengingat dan mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi dirinya, maka semua tindakan manusia dapat diperhitungkan sebelumnya. Dan apabila sekarang ini manusia tidak mampu dan belom bisa menentukan apa yang telah dilakukan dalam menghadapi hal-hal tertentu yang mungkin akan terjadi pada dirinya, itu dikarenkan manusia belum mempunyai pengetahuan yang cukup untuk mendalami tentang hal-hal yang menentukan akan tindakan-tindakan yang ingin dilakukan. Atau mungkin manusia tidak mau memperhatikan akan sebab-sebab yang menentukan akan setiap hal tindakan yang telah dilakukan.

dalam dunia pengetahuan itu sendiri kata determinasi itu dapat terbagi dalam berbagai bentuk istilah. Istilah-istilah itulah yang muncul karena aneka  ragam pandangan dan pertimbangan dalam pemikiran. Diantara istilah-istilah itu ialah determinisme universal, behaviorisme, fatalisme, dan predestinasi. Dari berbagai istilah itulah disini penulis ingin sedikit menjelaskan akan determinasi itu sendiri dan istilah-istilah yang muncul dalam determinasi itu sendiri

 

BAB I

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Determinisme

            Kata determinisme berasal dari bahasa latin determinare yang berarti menentukan batas atau  membatasi. Determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat.[1] Tidak ada hal yang terjadi berdasarkan kebebasan berkehendak atau kebebasan memilih. Juga di dunia ini tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan. Artinya sesuatu hal itu bisa terjadi karena telah ditentukan untuk terjadi. Dengan tesis itu aliran determinisme hendak mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada kebebasan.

            Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Faktor-faktor itu berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh keturunan, pengaruh kultural, dan lain sebagainya.  Dan aliran ini berpendapat bahwa seandainya manusia mengingat dan mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhinya, maka semua tindakan manusia dapat diperhitungkan sebelumnya. Kalau sekarang manusia belum bisa menentukan dan belum mengetahui apa yang akan dilakukan dalam menghadapi hal-hal tertentu yang mungkin akan terjadi, itu karena manusia belum mempunyai pengetahuan yang cukup mendalam tentang hal-hal yang menentukan tindakan-tindakannya. Atau bahkan karena manusia tidak mau memperhatikan sebab-sebab yang menentukan setiap tindakan mereka.

            Dalam dunia ilmu pengetahuan kata determinisme itu mendapat pelbagai bentuk  istilah. Istilah-istilah itu muncul karena aneka ragam pandangan dan pertimbangan dalam pemikiran. Dalam pembahasan ini kita akan mencoba melihat sekilas bentuk-bentuk istilah itu. Di antaranya adalah determinisme universal, behaviorisme, fatalisme, dan predestinasi.

  1. Determenisme universal merupakan teori tentang alam semesta. Teori ini mengatakan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan dari sebab-sebab yang mendahului. Sebab-sebab itu adalah hukum alam. Determinisme universal juga berpendapat bahwa bentuk jagat raya ini merupakan hasil determenasi dari hukum-hukum alam yang ada di dalamnya.
  2. Determinisme fisik

            Determinisme fisik atau juga disebut determinisme naturalis menurut Louis Leahy adalah determinisme hukum-hukum dari alam semesta sebagai sistem material. Hukum-hukum alam semesta pada dasarnya merupakan rangkaian dari hukum sebab dan akibat. Aliran ini menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini telah dideterminasikan secara kausal. Atau dengan kata lain segala sesuatu yang ada di dunia ini harus mempunyai sebab. Jika tidak memiliki sebab pasti tidak ada. Karena manusia hidup dalam alam semesta, maka manusia secara pasti tidak bisa

Dengan demikian determinisme fisik pada dasarnya merupakan bentuk aliran materialisme. Materialisme  mereduksi pribadi manusia menjadi sistem material belaka. Aliran materialisme yang ekstrim disebut materialisme mekanistik. Aliran ini mengembangkan prinsip bahwa dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dideterminasikan oleh hukum-hukum yang pasti dan tak dapat berubah. Dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah sebuah mesin. Dikatakan sebagai sebuah mesin karena segalanya telah ditentukan secara demikian oleh sebab-sebab yang mendahuluinya. Begitu juga manusia, sebagai yang ada di dunia ini, dimengerti sebagai sebuah mesin. Ajaran mekanistik berawal dari para filsuf atomis (Leukippos, Demokritos dan Epikuros). Dalam perkembangan kemudian, aliran ini dihidupkan kembali oleh Thomas Hobbes dan dikembangkan oleh La Mettrie.[2] Para Filsof Atomis

Leukippos adalah pendasar aliran atomisme.[3] Sedangkan  Demokritos dari Abdera merupakan salah satu filsof atomis yang mengembangkan ajaran Leukippos. Menurut Leukippos dan Demokritos semua substansi terdiri atas atom-atom. Atom-atom itu tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan serta tidak berubah. Aliran atomisme ini kemudian dikembangkan oleh Epikuros. Epikuros berpendapat bahwa segala yang ada terdiri atas atom-atom. Dia juga mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada ditentukan oleh hukum-hukum fisik. Dan tentang manusia dia mengatakan bahwa manusia tidak memiliki kebebasan  karena semua tindakan manusia dideterminasikan oleh gerakan atom-atom. Dengan ajarannya itu kaum atomis mereduksir seluruh realitas menjadi unsur-unsur yang terdiri dari atom-atom.[4]

Konsep mereka juga tentang manusia didasarkan pada pandangannya tentang atom-atom pendapat itu dikemukakan oleh ahli filosofi antara lain: demokritos yang mengatakan bahwa jiwa manusia terdiri atas atom-atom yang konsekuensinya pada semua pengenalan pada manusia juga berlansung berdasarkan atas atom-atom. Dari pemikiran yang otonomis inilah disebut juga dengan matrealisme karena mereka menyamakan realitas dengan unsure-unsur material yang mekanistis.

  1. Determinisme biologis

Determinisme biologis ini mengatakan bahwa hidup manusia telah deprogram sebelumnya oleh factor-faktor hereditas (gen-gen). gagasan pokok detrminisme ini didasarkan pada pengalaman universal yang secara psikologis manusia tergantung secara mutlak pada keadaan biologis organismenya. Dengan kata lain seluruh kegiatan psikis manusia itu secara mutlak ditentukan oleh keadaan actual organismenya. Aliran ini memandang bahwa hidup manusia sebagai suatu sifat atau manifestasi organism. Menurut beberapa ahli dalam aliran sastra diantaranya 1. Darwin: mengatakan bahwa manusia tunduk akan hokum alam dan manusia merupakan organism yang telah tercapai tingkat perkembangan tertinggi dikarenakan manusia mampu beradaptasi dan mempunyai peradapan serta kebudayaan. Manusia juga mempunyai sifat yang dinamis dan sifat mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi bagi manusia yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan musnah karena sifat itu merupakan bentuk responsip terhadap lingkungan yang mempunyai nilai survival. 2. James Watson: dan para ahli molekuler mereduksikan pengertian manusia kedalam tingkat organisasi makromolekul dan juga james berpendapat bahwa makromolekuler itu merupakan pola dasar bagi manusia yang didalamnya terbentuk dari beberapa organ yang telah hidup di dunia. Manusia sebagai salah satu bentuk organism yang hidup juga terdiri dari segala macam makromolekuler. Proses hidup inilah diatur oleh DNA yang sekaligus menentukan sifat dan prilaku manusia.

  1. Determinisme sosiologis

Determinisme sosiologi mengatakan bahwa manusia begitu ditentukan oleh factor-faktor social. Manusia adalah hasil hubungan-hubungan social. Manusia tidak dapat hidup bebas dikarenakan adanya tindakan-tindakan dan keputusannya selalu ditentukan oleh lingkungan social. Dengan demikian manusia dapat selalu diliat dalam kerangka jaringan structural dalam lingkungan sosilanya. Beberapa ahli sosiologis berpendapat diantaranya:

  1. Auguste comte

Auguste comte mengambil gagasan dari aristoteles yang melihat masyarakat berbagai suatu orde yang merupakan susunan yang tetap dan tertip. Orde ini dilatar belakangi oleh pemikiran yang mengatakan bahwa manusia saling membutuhkan dan saling melengkapi. Dengan kata lain manusia didasarkan atas sifat manusia.

  1. David emile Durkheim

Masyarakat adalah sebagai wadah paling sempurna bagi kehidupan manusia.  Masyarakat berada diatas segalanya. Masyarakat menentukan akan perkembagan individu-individu yang hidup didalamnya.

  1. Talcolt parson

Pendapat talcolt ini sama dengan pmikiran comte. Talcolt juga memandang manusia adalah sebagai makhluk yang non rasional. Parson juga berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasaan untuk memerjuangkan apa yang mereka inginkan, akan tetapi manusia tidak mempunyai kebebasan memperoleh apa-apa yang mereka perjuangkan. Manusia berhak memperjuangkan akan perubahan, akan tetapi manusia tidak memiliki kebebasan untuk menetukan jenis perubahan tersebut.

  1. Determinisme teologis

Alirn ini menyatakan bahwa higup manusia telah ditentukan oleh tuhan. Allah adalah kebaikan yang sempurna yang maha mengetahui dan maha menguasai. Berdasarkan akan keyakinan ini aliran determinasi teologi menyusun dua tesis. Tesis pertama mengatakan bahwa tuhan telah meramalkan semua yang akan dilakukan oleh manusia. Dan pa yang telah diketahui oleh tuhan sebelumnya secara mutlak harus direalisasikan, jadi apa yang akan dilakukan oleh manusia telah ditentukan dan diputuskan terlebih dahulu oleh tuhan. Tesis kedua inilah yang dibuat dasar dalam aliran determinasi teologi yang mengatakan bahwa seandainya manusia bebas maka ia pasti tidak tergantung pada tuhan. Seandainay manusia bebas maka ia pasti tidak membutuhkan tuhan sebagai pencipta akan semua yang telah hidup didunia ini.

  1. Determinisme ketidaksadaran

Aliran ini berpendapat bahwa tindakan-tindakan manusia merupakan akibat dari instingtif yang tidak disadari. Motif yng sadar merupakan suatu penipuan. Motif sadat itu sebenarnya hanyalah bentuk semu dari kebebasan manusia, dimana manusia yang dikuasai oleh struktur-struktur ketidaksadaran. Akan tetapi manusia sendiri tidak menguasai struktur tersebut.

  1. Sigmund frued

Sigmund menemukan aspek ketidaksadaran dalam diri manusia, frued membuka dimensi baru pemahaman tentang manusia. Frued juga percaya bahwa alam semesta dikuasai oleh hokum-hukum alam yang sifatnya universal. Konsekuensinya manusia merupakan bagian dari alam, yang juga dikuasai dan harus tunduk pada hokum-hukum tersebut yang telah ada didalam alam.

Pandangan bahwa segala sesuatu di dunia ini mempunyai penyebab yang dibuktikan oleh frued dengan teorinya tentang hidup psikis. Menurut frued psikis manusia terdiri atas tiga instansi yaitu ego, id, dan supeore. Frued juga melihat  manusia sebagai system energy yang komplek yang dinamai dengan nama energy psike. Energy ini dapat berpindah dari satu tempat ketempat yang lainnya.

Berdasarkan akan pemikiran ini frued mengambil kesimpulan bahwa hidup psikis manusia terbukti dideterminir seluruhnya. Hal itu terlihat bhawa semua perbuatan manusia tidak terjadi secara kebetulan, melainkan selalu mempunyai alasan walaupun alasan itu tidak disadari.

BAB II

SIMPULAN

 

Aliran determinisme, apapun bentuk dan istilahnya, pada dasarnya berpijak pada garis pemikiran yang sama, yaitu bahwa segala sesuatu di dunia ini ditentukan oleh hukum sebab akibat. Konsekuensi logis dari pemikiran itu adalah bahwa di dunia ini tidak ada kebebasan. Perbedaan di antara pelbagai bentuk aliran determinisme itu terletak pada aspek sudut pandang dan tekanan yang berbeda dalam melihat jenis faktor-faktor determinan. Misalnya determinisme biologis mengatakan bahwa manusia tidak memiliki kebebasan karena hidup manusia tergantung pada faktor-faktor genetis. Sedangkan determinisme teologis berpendapat bahwa manusia tidak bebas karena seluruh hidupnya telah ditentukan oleh Tuhan dan seluruh hidup manusia tergantung pada Tuhan, dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

 

–         DR. Rudolf Metz, A Hundred Years Of British Philosophy,The Macmillan Company, New York, 1950, hal:769

–         Bdk.  Sumadi Suryabrata, Psikologi Kepribadian, Rajawali Pers, Jakarta, 1990, hal:150

–         Bdk. Robert Maynard Hutchins, (ed), The Major Works Of Sigmund Freud: Great Book Of The Western World, Encyclopaedia Britannica, Inc., Chicago, 1990, hal:428

–         Bdk. K. Bertens, Panorama Filsafat Modern, Op. Cit., hal:48

–         Bdk. John Hospers, An Introduction To Philosophical Analysis, second edition, Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, 1967, hal:317

–          Antony Harrison-Barbet, Mastering Philosophy, The macmillan Press Ltd., London, 1990, hal:326


     [1]Bdk. Encyclopedia International, Vol.5, Grolier Incorporated, New York, Montreal, 1963, hal:566 dan Antony Harrison-Barbet, Mastering Philosophy, The macmillan Press Ltd., London, 1990, hal:326

     [2]Bdk. Encyclopedia Americana, Vol.12, Americana Corporation, New York, 1975, hal: 47

     [3]Bdk. Dr. K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, Kanisius, Yogyakarta, 1997, hal:61

     [4]Bdk. Eduard Zeller, Outlines Of The History Of Greek Philosophy, thirteenth edition, Meridian Book, Yew York, 1957, hal:82

3 Komentar (+add yours?)

  1. izmie
    Mei 23, 2012 @ 00:46:55

    bisa dijelaskan siapa tokoh-tokoh dan contoh karya sastra aliran determinisme tersebut (terutama dalam kajian sastra arab)? syukran jazilan!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KIKI MALIKA PRIMADANI

Let's Around The World

LINGUA BLOG

Just Another Lingua Blog Wordpress.com

MADRASAH DINIYAH PLUS AL-MANSHUR

Madrasah Diniyah Plus Al-Manshur Pinggirsari Ponorogo

Protech Parabola ™

Biss Key | Forum Parabola | Sepak Bola | FTA | Liga Inggris | Liga Champions | Liga Spanyol | Liga Italia | IPM | Feed

sastrawan808

Penulis muda muslim, aktivis sosial, penggebrak perubahan menuju kesuksesan dunia dan akhirat

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Mr.Sahrul Santri

SaSatorial_SahrulSantriTutorial

Just in Write

Just be yourself

NoerDblog

Secangkir narasi alam

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Catatan Hidup

Jadikan semua kejadian sebagai pembelajaran hidup

Rindrianie's Blog

Just being me

Febriyan Lukito

sharing, caring and enriching life

AULIA FASYA

Daily Stories, Poem, Feeling, and You!

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d blogger menyukai ini: